iklan di pojokbanua

Patahkan Kajian JPO di Banjarbaru; Keinginan yang Dilegalisasi

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Des 2021 17:05 0 Hasanuddin

POJOKBANUA, BANJARBARU – Beberapa fraksi di DPRD Banjarbaru menolak adanya pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Sedikitnya, ada 3 fraksi yang menolak rencana pembanguan JPO tersebut, yakni fraksi Keadilan Sejahtera Amanat Nasional (Kesan), PKB dan NasDem.

Terkait kajian oleh konsultan bekerja sama dengan ULM yang dinyatakan Dinas PUPR sebagai pelaksana pembangunan JPO, jika pihaknya sudah melakukan kajian pengamatan.

“Yang mana kajian tersebut ditinjau dari tiga hal. Di antaranya melihat klasifikasi jalan, berdasarkan arus pejalan kaki hingga kendaraan, dan keselamatan serta kecepatan.

“Dari hasil pengamatan, di titik tersebut terdapat aktivitas pejalan kaki menyeberang lebih dari 50 orang per jam,” ujar Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru, Adi Maulana, Selasa (30/11/2021) kemarin.

Katanya, berdasarkan pedoman perencanaan teknis pejalan kaki untuk jumlah tersebut sudah perlu diberikan fasilitas penyeberangan orang.

Kendati demikian, hal itu dipatahkan Ketua Fraksi Kesan DPRD Banjarbaru, Emi Lasari dengan menggunakan dasar dari SE Menteri PUPR RI.

Dijelaskan Emi, studi kelayakan itu melalui tahapan yang cukup panjang. Memuat analisa kebutuhan, teknis dan sosialnya.

Berdasarkan pedoman pelaksana teknis pejalan kaki atau Permen PU ada beberapa kriteria, untuk membangun fasilitas penyeberangan tidak sebidang.

Kriteria yang dimaksud yakni harus ada kurang lebih 1.100 orang menyeberang dalam sejam, dan kendaraan lewat kurang lebih 750 per jam.

“Sedangkan kajian dari konsultan dan ULM yang disampaikan pihak PUPR Banjarbaru kemarin, hanya ada 50 orang per jam yang menyeberang. Lalu itu berlandaskan apa?” tanyanya.

Emi bilang, SE Menteri PUPR tahun 2018 itu sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan fasilitas penyeberangan tidak sebidang, dalam hal ini PJO.

“Studi kelayakan itu juga harus diekspose,” tegasnya, Rabu (1/12/2021).

Kata dia, hingga finalisasi badan anggaran kemarin, ekspose studi kelayakan itu tidak pernah disampaikan ke fraksi.

“Setelah terjadi penolakan dan ramai di media, PUPR Banjarbaru baru mengklaim sudah ada kajian atau studi. Awalnya, PUPR ini juga sempat menyatakan jika rencana pembangunan JPO ini sudah mendapat persetujuaan dari Balai Jalan Kalsel,” tuturnya.

Ternyata, ketika dikroscek dengan balai jalan mereka mengaku hanya memberikan pertimbangan teknis. “Artinya, ini memang keinginan yang dilegalisasi. Bukan kebutuhan,” ketusnya.

Emi menyarankan, Dinas PUPR dan Pemko Banjarbaru untuk mengamati JPO di kota besar. Sebab, JPO sudah mulai ditinggalkan, dan diganti dengan penyeberangan digital.

“Selain anggarannya yang besar yakni Rp3,5 miliar tapi penggunanya juga terbatas atau user friendly. Maksudnya, kondisi JPO itu tidak ramah buat semua kelompok umur. Terlebih, untuk lanjut usia yang tenaganya sudah tidak kuat lagi untuk naik dan turun tangga JPO,” paparnya.

Ketua Fraksi Kesan DPRD Banjarbaru, Emi Lasari.

Hanya bisa digunakan untuk orang yang tidak berkebutuhan khusus. “Kalau lansia, ibu hamil dan penyandang disabitas tidak bisa menggunakan JPO,” imbuh Emi.

Harusnya, hal seperti itu harus dipertimbangkan secara matang terkait infrastruktur dan bicara kebutuhan, bukan keinginan.

“Pemko ingin membangun mega proyek yang ikonik di situasi seperti sekarang. Harusnya, membikin sesuatu yang mengena langsung ke masyarakat, bukan JPO. Soal APBD, bicara kebutuhan bukan keinginan yang lalu dilegalisasi,” ucapnya.

Dalam kajian rencana pembangunan JPO ini, dianggap studi kelayakan bukan pengamatan. “Kalau studi kelayakan itu mengenai urgensi dan kebutuhannya, yang harus disampaikan oleh pihak PUPR,” tambahnya.

“Kalau bicara pengamatan, maka kami juga bisa mengamati. Kami akan patahkan pengamatan-pengamatan itu,” tuntasnya. (SB/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221228-WA0020
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA