harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Pasar Sudimampir Mulai Sepi Penjual, Pengamat Sebut Kesemrawutan jadi Masalah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Sep 2023 10:59 0 381 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Banyaknya kios di Pasar Sudimampir Banjarmasin yang tutup ditinggal oleh pedagang, sangat disayangkan oleh pengamat tata kota, Dr. Eng. Akbar Rahman.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Dihubungi pojokbanua.com pada Sabru (16/9/2023) pagi, pria yang juga akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru menyebut, permasalahan pasar di kota-kota di Indonesia memiliki kemiripan, terutama pasar tradisional.

Seperti semrawut, kebersihan yang kurang hingga kekumuhan. Muncul juga permasalahan manajemen pasar yang kompleks, sehingga sulit dalam pengaturan dan penataan.

“Fenomena Pasar Sudimampir yang semakin kurang peminat hingga banyang pedagang gulung tikar merupakan contoh permasalahan pasar yang sulit ditata pada awalnya, akibat permasalahan yang kompleks,” ucapnya.

Akbar menjelaskan, meskipun sudah ada upaya pemerintah dalam melakukan peremajaan hingga telah ada desain hingga detail engineering design (DED), namun hingga sekarang belum jelas keberlanjutannya. Persoalan kenyamanan pasar menjadi problem dan berkontribusi menurunkan minat pengunjung.

Di samping itu, dirinya menerangkan, persoalan fisik pasar diperparah dengan perubahan metode jual beli saat ini dengan kehadiran marketplace. Ini semakin menggerus keberadaan pasar tradisional.

Alasan tempat, waktu hingga harga yang lebih murah, menyebabkan marketplace lebih menjadi pilihan utama pembeli saat ini. Kemudahan ini memberikan kenyaman dalam bertransaksi.

“Nah, dengan kondisi ini perlu adaptasi terhadap pasar offline,” tegas Akbar.

Ketua Prodi Arsitektur Fakultas Teknik ULM ini menyarankan bahwa tantangan pemerintah kota adalah menciptakan pasar yang tetap dibawah kendali dengan regulasi. Tentunya dengan tetap menjamin keamanan transaksi serta tetap mendapat nilai pendapatan untuk daerah.

Dia menegaskan, hal ini perlu dipikirkan lebih mendalam lagi. Misalnya dengan menghidupkan konsep smart city yang sebenarnya, berdampak dan berdaya guna bagi masyarakat kota. Namun tentu modal utamanya adalah masyarakatnya itu sendiri.

Di sisi lain, kondisi ini juga bisa menjadi peluang, musabab dengan sistem online, jangkau pasar bisa lebih luas dan banyak. Maka ini saatnya produk-produk lokal bisa dipasarkan secara massif, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan lokal.

“Jadi kemampuan menangkap peluang pasar ini harus bisa ditangkap lebih kuat, karena ini menjadi kesempatan menjual produk-produk khas dan berkarakter sebagai nilai jual,” tuntas Akbar. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA