Orientasi KIA Upaya Kurangi Angka Kematian dan Tingkatkan Kesehatan

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Apr 2024 10:19 0 70 Yuliandri Kusuma Wardani

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Dalam upaya mengurangi angka kematian dan meningkatkan kesehatan ibu serta anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan Orientasi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Buku KIA Bayi Kecil tingkat Provinsi di Banjarmasin, Selasa (2/4/2024) kemarin.

Kegiatan ini bertujuan, untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman lebih dalam mengenai Buku KIA dan Buku KIA Bayi Kecil sebagai alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang penting.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kalsel, Hj. Raudatul Jannah atau biasa disapa Acil Odah ini mengatakan Buku KIA telah dikembangkan sejak tahun 1994 dan pada tahun 2001 telah menjadi kebijakan nasional.

Dalam hal ini, kedudukan Buku KIA diperkuat dengan SK Menkes No 284/Menkes/SK/III/2004 tentang Kesehatan Ibu dan Anak yang menyatakan bahwa Buku KIA merupakan satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun, termasuk pelayanan KB, imunisasi, gizi dan tumbuh kembang anak.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meluncurkan Buku KIA khusus bayi kecil, seperti bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) sebagai instrumen pemantauan dan pencatatan kesehatan bayi kecil,” kata Acil Odah.

Menurutnya, buku ini memberikan informasi pelayanan dan perawatan kesehatan bayi kecil, serta edukasi dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi kecil yang tidak ada pada Buku KIA.

“Tenaga kesehatan, orang tua dan keluarga yang memiliki bayi kecil menjadi sasaran yang diharapkan dapat melaksanakan kegiatan menghitung usia koreksi, mencatat perawatan bayi kecil, mengisi kurva Fenton, perawatan metode kanguru, memantau perkembangan bayi kecil serta melakukan pemantauan harian bayi kecil,” ujarnya.

Untuk itu, Orientasi Buku KIA dan Buku KIA Bayi Kecil tingkat Provinsi Kalsel diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat. “Buku KIA dan Buku KIA Bayi Kecil diharapkan dapat diterapkan oleh semua pemberi pelayanan kesehatan dasar seperti perawat, bidan, dan dokter sebagai media konseling, informasi dan edukasi tentang materi kesehatan ibu dan anak bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Buku KIA dan Buku KIA Bayi Kecil juga diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana home based recording bagi kesehatan ibu dan anak secara lengkap dan komprehensif, serta menjadi media bagi pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“Oleh karena itu, pentingnya dilaksanakan pertemuan orientasi ini agar angka kesehatan ibu dan anak di Provinsi Kalsel dapat terus meningkat,” ucapnya.

Adapun, peserta yang mengikuti orientasi ini di antaranya Dinkes Kalsel, RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD dr. H. Moch. Ansari Sale, RS Bhayangkara, RS TPT Dr. R. Soeharsono Banjarmasin, RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, IDI Wilayah Kalsel, PD IBI Provinsi Kalsel, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Pengelola Program Anak Puskesmas di Kabupaten/Kota.(Adpim Kalsel/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA