iklan di pojokbanua

Ops Keselamatan Intan, Pelanggaran tak Pakai Helm Mendominasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 15 Mar 2024 05:36 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Selama Operasi (Ops) Keselamatan Intan 2024, pelanggaran yang mendominasi adalah tidak menggunakan helm. Selain itu, juga ada delapan pelanggaran pelat nomor (nomor polisi), 26 Over Dimension dan Over Loading (ODOL), knalpot brong 48 dan melawan arus 72.

Sementara lainnya yakni boncengan lebih dari satu sebanyak 37 pelanggaran, tidak menggunakan safety belt 43, tidak pakai helm 432, serta menggunakan handpone saat berkendara 30.

Data tersebut diungkapkan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Banjar, AKP Risda Idfira, Kamis (4/3/2024).

“Semua pelanggaran kita tindak. Kita diperbolehkan melakukan penilangan untuk pelanggaran-pelanggaran fatalitas. Selain itu, data yang kita peroleh juga dari tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement),” ujar Risda.

Ia menyebut, kurangnya kesadaran pengendara untuk memakai helm saat berkendara menjadi pelanggaran terbanyak. Kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara cukup kurang, padahal hal tersebut menjadi faktor penyebab tingginya angka fatalitas yang terjadi.

“Ada 11 penekanan yang harus dilakukan anggota kepada masyarakat, bagaimana caranya agar masyarakat mau berubah mindsetnya. Alasannya cuma di sini pak dekat, cuma sebentar pak, kita tidak tahu musibah itu terjadinya kapan,” cetusnya.

Menurutnya, semua elemen harus berperan dalam mengatasi permasalahan ini, agar masyarakat benar-benar menyadarinya. Dalam kampanye keselamatan tersebut, pihaknya juga berinovasi dengan membagi-bagikan helm kepada pengendara guna mencegah dan mengurangi angka fatalitas yang dimaksud.

Terkait surat tilang elektronik yang didapat, Risda menyarankan untuk segera dikonfirmasi melalui cara-cara yang sudah disosialisasikan paling lambat lima hari setelah mendapatkan surat tilang. Jika tidak, maka data kendaraan otomatis akan terblokir.

“Akan ketahuan ketika mau bayar pajak, di situ ada keterangan nomor terblokir karena ETLE. jadi harus bayar tilang ETLE dulu, baru dari samsat bisa buka blokir tersebut,” jelas Risda.

Dirinya mengimbau, masyarakat menyadari akan keselamatan di jalan, guna kenyamanan bersama saat berkendara. (WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA