harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Oknum Kades Diduga Palsukan Ijazah: Kuasa Hukum Sebut tak Benar, ini Buktinya

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Des 2022 20:11 0 839 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Buntut tuduhan pemalsuan ijazah sekolah yang dilayangkan kepada terduga oknum Kepala Desa (Kades) Terpilih berinisial HBA di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar kini Kuasa Hukumnya, Supiansyah Darham menegaskan bahwa tuduhan terhadap kliennya itu tidak benar.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Hal itu disampaikan Supiansyah usai menjenguk kliennya yang ditahan di Polres Banjar dengan tuduhan dugaan pemalsuan ijazah.

”Klien kita ini memang benar bersekolah pada salah satu pondok pesantren (ponpes) di Martapura. Artinya, tidak mengarang-ngarang, lalu beliau minta surat keterangan dan memang telah diterbitkan oleh pihak sekolah langsung,” bebernya, Selasa (27/12/2022) siang.

Kata dia, surat keterangan tersebut telah diterbitkan sejak 12 Februari 2020. “Lalu yang menguatkan hal ini, ada keluar surat keterangan setara (pengganti ijazah) tingkat SLTP dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjar yang menyatakan bahwa HBA telah lulus bersekolah,” ungkapnya.

Adapun, bukti-bukti yang dimaksud antara lain Surat Pengganti Ijazah yang diterbitkan Ponpes Darussalam Martapura Nomor : BIII/010/SKIS.PPD/II.2020. Selain itu, bukti lain dari Kantor Kemenag Kabupaten Banjar berupa Surat Keterangan Setara Nomor : DJ.I/PP.00.7/940/2008 tanggal 29 Juli 2008 tentang Setingkat Lulusan Pondok Pesantren dan Pendidikan Diniyah.

“Jadi, tuduhan itu tidak benar. Klien kita ini memang betul-betul pernah sekolah hingga lulus di salah satu pondok pesantren di Martapura,” ucapnya.

Selain menunjukkan bukti-bukti tersebut, Supiansyah juga menunjukkan pernyataan saksi, yakni salah seorang teman seangkatan HBA semasa bersekolah di pondok pesantren.

“Kalau klien kami tidak lulus sekolah, mana mungkin mendapatkan surat keterangan, baik dari pihak sekolah maupun dari Kantor Kemenag Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Kendati demikian, usai dilantik sebagai pembakal terpilih pada 2 Juli 2021, tetiba saja pihak sekolah mencabut surat keterangan itu.

“Setelah sebulan dilantik, tiba-tiba pihak pondok pesantren mencabut surat keterangan ini. Ada apa? ini yang menjadi pertanyaan kita,” cetusnya.

Ia menegaskan, usia HBA yang dicantumkan pada sejumlah media itu salah. Sebenarnya, HBA sudah berusia 68 tahun, bukan berumur 45 tahun.

“Jadi, ibarat dakwaan itu salah identitasnya. Kita bisa eksepsi saat persidangan nanti. Nah, hal ini sekalian ingin meluruskan pemberitaan kemarin yang beredar biar berimbang,” pungkasnya. (WF/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA