iklan di pojokbanua

Musala Al-Hidayah Banjarbaru Diurus Pria Bertato, Sayangkan Bangunan Ini Tak Diperhatikan Pemerintah

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Agu 2021 16:47 0 Musa Bastara

POJOKBANUA, BANJARBARU – Musala Al-Hidayah yang berada di Sentral Minggu Raya Banjarbaru diduga luput dari perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

IMG-20240616-WA0002

Jois Jay alias Jay, pengurus musala ini nampaknya memang terlihat sangar. Namun, tak disangka rasa kepeduliannya sangat tinggi.

Menurutnya, musala ini sebenarnya merupakan aset Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru karena berada di wilayah tetorial mereka. Namun, tempat ibadah itu seolah diabaikan.

“Saya mencari bongkahan segala macam untuk menimbuni sekeliling musala ini. Dulunya, di sekeliling musala ini rawa. Hingga saya menjadi pemulung mencari besi rongsokan yang diikat buat pagar musala, kemudian juga saya cat,” ujarnya kepada pojokbanua.com, pada Selasa (2/8/2021).

Pria bertato ini menceritakan, di samping sebelah kiri musala ini ada empat pintu, yakni Galeri Dekranasda Kota Banjarbaru yang dibangun oleh mantan Wakil Wali Kota Banjarbaru, almarhum Ogi Fajar Nuzuli saat menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Banjarbaru. Kemudian, pertama kali dipegang oleh Istri Rudy Resnawan.

“Saat itu, ketika Wali Kota Banjarbaru, Rudy Resnawan naik menjadi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, almarhum Ogi kemudian diangkat menjadi Wakil Wali Kota Banjarbaru. Semenjak itulah, musala Al Hidayah dibangun sebagai kelanjutan proyek tambahan Galeri Dekranasda Kota Banjarbaru,” tuturnya.

“Masalahnya, (sekarang) mereka seperti pura-pura tak melihat. Padahal adanya di pelupuk mata mereka. Saya tak enak mengatakan ini, tapi mau diapakan lagi. Bagaimanapun, musala ini saya rawat sebisa saya,” cetus Jay.

Ia menilai, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil) seolah angkat tangan. Bahkan, musala itu seperti tidak ada kejelasan, sama halnya dengan Galeri Dekranasda Kota Banjarbaru. Sehingga, berpotensi memunculkan sengketa.

“Musala itu cuma terdaftar sebagai bangunan sekian meter persegi yang bernilai Rp 700 juta. Setelah almarhum Pak Ogi tidak menjabat lagi, diserahkan musala itu oleh mantan Wali Kota Banjarbaru, almarhum Nadjmi Adhani ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil),” kata dia.

Kendati demikian, ia tak merasa tidak keberatan mengurus musala ini. “Tapi keberatannya, saat rumah ibadah ini tidak dihargai. Pernah ada (oknum) polisi mengotori teras musala, saya lempar sepatunya ke tengah jalan. Bagaimana lagi, saya mesti tegas karena kalau lembut dipandang remeh,” ungkapnya.

Adapun, selama dirinya menjadi pengurus musala ini mesti menyisihkan sebagian keuntungan usahanya buat membeli peralatan musala, dibantu beberapa pedagang sekitar Minggu Raya.

“Misalnya yang baru ini, mushola sudah terpasang kanopi. Untuk di dalam musala bisa ditemukan microphone, kipas angin, sajadah, mukena dan kitab-kitab. Tidak ada bantuan dari pemerintah,” paparnya.

Harap atau tidak berharap, lanjutnya, pemerintah seharusnya memerhatikan musala ini. Sebab, letaknya berada di pusat keramaian.

“Ini secara tidak langsung menjadi cerminan kota, semestinya. Apalagi ini sangat dibutuhkan orang-orang sekitar Minggu Raya, karena jarak rumah ibadah lumayan jauh,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemko melalui Disdukcapil Banjarbaru. Namun, pojokbanua.com masih berupaya mengkonfirmasi hal tersebut. (MS/PR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA