iklan di pojokbanua

Mulai Ramai di Pasaran, Warga Banjarmasin Beralih ke Beras Pamanukan

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Feb 2023 15:26 0 Khairun Nisa

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Mulai beralihnya masyarakat dari beras Banjar lokal ke beras Pamanukan, berimbas pula pada penjualan beras asal Subang, Jawa Barat itu.

Di pasaran, penjualan beras Pamanukan sudah mulai meningkat seiring naiknya harga beras lokal di Banjarmasin. Adapun alasan masyarakat memilih membeli beras Pamanukan lantaran memiliki tekstur yang mirip dengan beras lokal.

“Warga mulai beralih ke beras Pamanukan sejak beras lokal mengalami gagal panen,” ujar pemilik toko kelontong, Adi, Jumat (3/2/2023).

Adi menyebutkan jika beras Pamanukan itu sudah beredar di pasaran sejak beberapa tahun ke belakang, hanya saja masyarakat belum familiar dengan beras itu.

“Karena masyarakat belum terlalu familiar. Sekarang sudah mulai ramai membeli beras itu,” katanya.

Dari tekstur nasi, beras Pamanukan disebut-sebut mirip dengan beras lokal jenis usang. Yang mana keduanya memiliki selisih harga yang sedikit.

“Teksturnya juga mirip dengan beras lokal, jadi sedikit sedikit warga sudah beralih,” ucap Adi.

Berbeda dari tekstur beras Jawa lainnya, beras Pamanukan sendiri memilih tekstur cenderung keras dan tidak lembek. Karena itu, disukai oleh masyarakat Banjarmasin.

“Beda teksturnya sama beras Jawa lain,” bebernya.

Untuk penjualan, diungkapkannya jika kebanyakan masyarakat memilih membeli beras campur, antara beras Pamanukan dan beras Banjar.

“Belinya dicampur saja, karena itu di teksturnya yang mirip. Maka dicampur pun tetap enak,” tutur Adi.

Pembelian beras campur itu diungkapkan juga oleh penjual nasi di Banjarmasin, Tina yang mengatakan jika nasi yang dijualnya merupakan beras campuran dari Pamanukan dan Banjar.

“Dicampur aja karena kalau beli yang Banjar aja itu mahal, jadi dicampur aja keduanya. Teksturnya sama aja, tidak beda,” ungkap Tina.

Sejauh ini, pelanggan dan pembeli di warungnya tidak pernah protes akan rasa nasi yang berbeda.

“Tidak ada yang protes sejauh ini, karena pas dicampur tidak merusak rasa,” tutupnya. (KN/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA