iklan di pojokbanua

Mobil Listrik Murah BYD Asal China Bikin AS Khawatir

waktu baca 4 menit
Selasa, 21 Mei 2024 15:40 0 Bambang Setiawan

POJOKBANUA – Salah satu seri mobil listrik murah, bernama Seagull telah membuat produsen mobil dan politisi Amerika Serikat khawatir. Mobil ini diproduksi oleh konglomerat China, BYD dengan harga jual per unit $11 ribu atau sekitar Rp176 juta saja di China.

Meskipun murah, mobil ini dipromosikan bisa dikemudikan dengan baik dan dirakit dengan keahlian yang cukup. Mobil ini dinilai berpotensi menjadi pesaing berat bagi kendaraan listrik AS yang harganya tiga kali lipat dari itu.

Di dalam sebuah garasi besar di kawasan industri di pinggiran barat kota Detroit, sebuah perusahaan bernama Caresoft Global merangkai sendiri sebuah mobil Seagull berwarna hijau cerah. Mobil itu dibeli oleh kantor cabang perusahaan ini di China, dan kemudian dikirimkan ke Amerika Serikat.

Presiden perusahaan ini, Terry Woychoski, mantan kepala insinyur di unit truk bak terbuka besar milik General Motors, mengatakan bahwa mobil ini adalah sebuah “panggilan yang jelas” bagi industri mobil AS. Dia menilai, sektor ini ketinggalan beberapa tahun di belakang China dalam desain kendaraan sebagai sebuah unit, dibandingkan sebagai bagian-bagian terpisah.

“Karena mereka sangat terintegrasi secara vertikal, pada tingkat tenaga kerja mereka, dalam proses mereka, dalam hal lingkungan mereka, keuntungan biaya yang luar biasa. Jadi, itulah mengapa mereka mampu menjual kendaraan dengan harga dalam kisaran 11 ribu dolar,” kata Woychowski.

Seagull memang belum akan datang ke Amerika Serikat dalam waktu dekat, dan nampaknya akan dijual dengan harga lebih dari $11 ribu jika benar-benar bisa masuk.

Namun, ancaman tetap membayangi, karena ini akan menjadi produk yang menarik bagi pembeli AS yang mencari transportasi murah, karena inflasi menggerus anggaran rumah tangga mereka.

BYD telah memiliki pabrik di California yang memproduksi bus listrik. Perusahaan ini dilaporkan sedang mencari lokasi pabrik di Meksiko, untuk memanfaatkan kesepakatan perdagangan bebas Amerika Utara.

Perusahaan ini belum menjual mobil di AS, terutama karena tarif 27,5 persen untuk harga jual kendaraan Tiongkok, ketika mereka masuk ke pelabuhan. Donald Trump memberlakukan tarif yang besar, 25 persen, ketika dia menjadi presiden, dan besaran ini dipertahankan di bawah pemerintahan Joe Biden.
Politisi dan produsen mobil AS sudah melihat kendaraan listrik China sebagai ancaman serius.

“Tantangannya saat ini, bagaimana kita membuat sebuah kendaraan listrik yang berfungsi, yang memenuhi semua persyaratan – aman, berkinerja baik, dan andal – semua hal yang kita inginkan dalam produk kita. Dan pertanyaan lebih besar saat ini, bagaimana kita membuatnya menguntungkan? Ya, sepertinya ada solusi di sini yang bisa kita pelajari, dan harus kita pelajari sampai tuntas untuk benar-benar bisa memahami apa yang bisa kita lakukan,” tambah Woychowski.

Produksi mobil listrik China memang melonjak, baik dari sisi teknologi maupun jumlah. Setidaknya itu tergambar dalam Pameran Otomotif Internasional Beijing 2024 (Auto China 2024), yang berlangsung 4-14 Mei. Ajang ini memamerkan jumlah kendaraan energi baru atau New Energi Vehicles (NEV) yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ada 278 model NEV yang dipajang, yang menggambarkan dominasi pertumbuhan kendaraan energi baru China dalam industri mobil.

Kendaraan listrik Seagull dari produsen mobil China BYD untuk uji berkendara diparkir di luar ruang pamer di Beijing, Rabu, 10 April 2024. (AP/Ng Han Guan)

Ajang ini juga menarik penggemar mobil dari seluruh dunia.

Sergio, seorang pedagang mobil dari Meksiko mengatakan, “Saya sangat terkejut dengan kualitasnya dan saya tidak pernah menduga akan sebagus ini. Sejujurnya, karena kendaraan ini lebih murah, saya mengira itu akan diproduksi murahan. Tetapi tidak, mereka sebenarnya memiliki kualitas yang sangat bagus. Saya sangat terkejut dengan teknologinya, mengagumkan, dan sejujurnya menarik sekali.”

Sementara itu Sarah, pengunjung lain dari Uni Emirat Arab mengatakan bahwa industri NEV China nampaknya berupaya berbuat demi lingkungan dan berkonsentrasi pada mobil listrik.

“Saya tidak berpikir bahwa China punya kapasitas untuk menguasai seluruh pasar NEV, khususnya untuk mobil listrik dan mobil murah, yang akan menyelamatkan lingkungan dan mengurangi polusi yang sedang kita hadapi secara global di seluruh dunia. Tetapi saya terkejut melihat apa yang bisa dilakukan China,” sebutnya. (Voaindonesia.com/BS)

Editor: Bambang Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA