iklan di pojokbanua

Meski Ditutup, Makam Datu Kalampayan masih Ramai Pengunjung

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Nov 2021 10:51 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Meski wisata religi Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau lebih dikenal Datu Kalampayan masih ditutup sementara, tapi hingga kini masih ramai dikunjungi para pengunjung.

Terpantau pojokbanua.com, pengunjung tak dapat berziarah secara langsung ke dalam karena masih ditutup. Alhasil, hanya di luar atau di teras kubah makam saja, Rabu (3/11/2021).

Sekitar ratusan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru ini, nampak memadati areal kubah guna mencari berkat dari Wali Allah tersebut.

Menurut Petugas Pengelola Makam Datu Kalampayan, Kai Dani mengaku, sempat tak ada pengunjung selama hampir tiga bulan.

Makam Datu Kelampayan. (Foto: Wahyu/pojokbanua.com)

“Ya, karena ditutup total oleh pemerintah setempat. Untuk pengunjung yang telah terlanjur datang, hanya bisa ziarah di luar makam. Doakan di luar kubah saja, terpenting niatnya untuk datang berziarah telah terlaksana,” ujarnya.

Sementara petugas lainnya, Abu Bakkar membeberkan, dirinya tak tahu sampai kapan wisata religi ini bisa dibuka kembali.

“Ada sekitar lima bulan semenjak pandemi Covid-19 Kubah Datu Kalampayan ditutup, entah kapan bisa dibuka secara normal. Semoga, pandemi ini segera berlalu,” harapnya.

Seperti diketahui, sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dikenal sebagai seorang ulama yang alim dan saleh di masanya.

Makam Datu Kelampayan. (Foto: Wahyu/pojokbanua.com)

Ia dilahirkan di Desa Lok Gabang, Kabupaten Banjar pada 17 Maret 1710 dan meninggal dunia di Desa Dalam Pagar, Kabupaten Banjar pada 13 Oktober 1812.

Makamnya berada di Desa Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Lantaran dimakamkan di sana, maka Ulama Karismatik ini sering digelari Datuk Kalampayan.

Semasa hidupnya, ulama bermazhab Imam Syafi’i ini mengabdi sebagai mufti atau tokoh agama di Kerajaan Banjar. Dirinya banyak mengarang Kitab Fikih Islam, diantaranya Kitab Sabilal Muhtadin dan Kitab Tuhfatur Raghibin.

Kedua kitab ini sangat dikenal di kalangan umat Islam Kalimantan Selatan, karena dijadikan nama dua masjid terkenal di Banjarmasin, yaitu Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan Masjid Jami Tuhfatur Raghibin atau Masjid Kanas.

Kitab Sabilal Muhtadin juga dijadikan rujukan pembelajaran Ilmu Fikih di Kawasan Asia Tenggara, karena kekaromahannya sebagai Wali Allah sejak kematiannya ratusan tahun silam hingga kini makamnya tak pernah sepi dari peziarah. (WF/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA