iklan di pojokbanua

Mengenal Go Around, Prosedur Penerbangan saat Pesawat Batal Mendarat

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Mei 2023 12:38 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, JAKARTA – Sebagian penumpang yang terbang menggunakan pesawat udara, tak jarang batal mendarat di bandara tujuan. Dalam istilah penerbangan dikenal dengan sebutan go around, atau pembatalan proses pendaratan pesawat dan mengudara kembali ke jalur penerbangan.

IMG-20240616-WA0002

Baru-baru ini, salah satu penerbangan maskapai Lion Air mengalami pembatalan saat mendarat dan melakukan prosedur go around. Ini terjadi pada Kamis (18/5/2023) di Bandara Haluoleo, Kendari.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan nomor penerbangan JT-992 mengalami pembatalan saat mendarat, sehingga harus melakukan prosedur go around.

“Hal ini dilakukan dalam situasi ketika kondisi cuaca yang tidak mendukung, berupa kecepatan angin dan arah angin yang berubah secara mendadak mengakibatkan kecepatan pesawat melebihi batas ketentuan untuk mendarat, sesuai dengan persyaratan operasional dan standar keselamatan penerbangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pojokbanua.com, belum lama tadi.

Keputusan pilot untuk melakukan go around tersebut, telah diambil dengan pertimbangan keselamatan dan keamanan penerbangan yang berdasarkan pada informasi cuaca aktual terpantau melalui radar di dalam pesawat. Pilot dan awak kabin juga memberikan informasi yang diperlukan kepada seluruh penumpang mengenai kondisi dimaksud.

“Selama proses go around, pilot tetap berkoordinasi dengan petugas darat dan pengatur lalu lintas udara untuk memastikan langkah-langkah yang tepat diambil demi mengutamakan keamanan penerbangan,” imbuhnya.

Mengapa go around adalah wajar? Dirinya menerangkan, go around sering kali dilakukan ketika pesawat sudah berada dalam fase akhir pendaratan seperti saat akan menyentuh landasan pacu. Akan tetapi kondisi seperti angin yang tidak stabil, arah angin yang tidak sesuai, atau jarak pandang yang rendah dapat mengganggu proses pendaratan yang aman.

“Dalam situasi ini, pilot akan mengambil keputusan untuk meningkatkan ketinggian pesawat dan melanjutkan penerbangan mengelilingi bandar udara atau kembali ke jalur penerbangan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi yang lebih aman dan memungkinkan pendaratan secara tepat,” terangnya.

Keputusan go around diambil oleh pilot berdasarkan penilaian profesional. Tentunya, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti cuaca, kondisi landasan pacu dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang, kru pesawat dan pesawat itu sendiri.

“Ketika go around, pilot akan terus berkomunikasi dengan petugas darat dan pengatur lalu lintas udara untuk memperoleh informasi terkini tentang kondisi cuaca dan instruksi penerbangan yang diperlukan. Setelah kondisi yang memadai terpenuhi, pilot akan melakukan pendaratan yang aman dan melanjutkan proses penurunan pesawat ke landasan pacu,” tutup Danang. (FN/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA