iklan di pojokbanua

Menengok Petani Disabilitas di Banjarbaru, Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Jan 2023 20:58 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Keterbatasan yang dimiliki oleh Musoli, warga Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, tak menyurutkan semangatnya untuk menjalankan aktivitas sebagai seorang petani.

Ia sendiri, sudah 14 tahun lamanya kehilangan kaki sebelah kanan karena harus menjalani amputasi. Saat itu, ia sudah menjadi seorang petani. Pekerjaan yang telah ia geluti selama 20 tahun terakhir.

“Kita harus semangat. Lebih baik daripada mengemis, karena bertani itu bisa berkarya sendiri,” ucap Musoli kepada pojokbanua.com, Senin (30/1/2023) sore.

Saat ditemui, dia tengah bersama petani disabilitas lainnya, di sebuah lahan pertanian sayur sawi di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Selain Musoli, ada sekitar 30 petani disabilitas yang menggarap lahan pertanian di sini, baik dari Banjarbaru maupun Martapura, Kabupaten Banjar.

“Karena petani itu adalah pekerjaan yang tidak dipaksa oleh orang. Yang penting kita bekerja sesuai kemampuan, serta ada hasilnya,” imbuhnya.

Musoli bersama rekan-rekannya sesama disabilitas, tampak semangat dalam memanen sayur sawi, yang rencananya mau dijual seharga Rp600 per ikat di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin. Harga yang tak seberapa, namun paling tidak sayur sawi yang mereka panen bisa terjual habis.

Selain di Desa Cindai Alus, Musoli juga menggarap lahan pertanian yang dikelola olehnya tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Guntung Payung. Lantas, dia pun berharap kepada Pemko Banjarbaru, untuk bisa menyediakan bantuan pertanian untuk petani disabilitas, baik itu bantuan lahan, alat pertanian bahkan modal.

“Yang jelas modal usaha yang paling banyak (kendalanya). Seperti alat semprot, sementara masih sewa,” lugasnya.

Musoli bersama 30 petani disabilitas lainnya, dibina langsung oleh komunitas yang bergerak dalam advokasi kalangan disabilitas yaitu Teras Inklusi. Sang penggiat, Faizah Abdiah mengharapkan adanya pembinaan dari Pemko Banjarbaru kepada petani disabilitas.

“Kita mengharapkan adanya pembinaan. Karena kita di sini tidak semuanya petani asli, tapi mereka memiliki ketertarikan untuk bertani,” tuturnya.

Diakui Faizah, bertani dapat menjadi ladang pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Harapannya, dapat mengubah stigma di tengah masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki usaha untuk bisa bekerja, salah satunya dengan bertani.

“Selain itu juga pendampingan, termasuk juga bantuan modal,” sambungnya.

Faizah sendiri mengungkapkan, lahan pertanian yang lokasinya persis di belakang Ponpes Darul Hijrah Putri ini statusnya adalah sewa pinjam. Dia berharap agar Pemko Banjarbaru dapat meminjamkan lahannya untuk digunakan di bidang pertanian, di mana petani disabilitas dapat menggarapnya.

“Mungkin lahan tidur Pemko bisa dimanfaatkan untuk tanaman (sayur), selain kita juga meningkatkan kualitas hidup teman-teman disabilitas melalui pengelolaan lahan tidur pemerintah. Itu yang sangat diharapkan,” tuntasnya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA