iklan di pojokbanua

Menengok Penataan APK di Jepang, Pengamat Harap Bisa Diterapkan di Kalsel

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Nov 2023 13:27 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Keberadaan alat peraga kampanye (APK) yang didapati di setiap sudut kota di Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satunya Banjarbaru ternyata berdampak pada kesemrawutan. Hal ini berimbas pada kenyamanan warga.

Pengamat tata kota selaku akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng. Akbar Rahman pun berbagi pengalamannya selama menempuh studi S3 di Saga University di Kota Saga, Pulau Kyushu.

Dirinya bercerita, selama menempuh studi di Negeri Sakura itu, ia melihat pemasangan APK sudah diatur sedemikian rupa. Misalnya dari segi penempatan, bentuk, dimensi dan konstruksi sudah ditentukan oleh penyelenggara pemilu bersama pemerintah.

“Titik-titik APK diletakkan di ruang-ruang publik tempat warga kota berkumpul. Seperti stasiun, ruang terbuka hijau (RTH), kampus, balai kota hingga fasilitas olahraga,” ujar Akbar saat dikonfirmasi pojokbanua.com, Sabtu (4/11/2023) kemarin.

Selain itu, tidak ditemukan penempatan APK di persimpangan atau perempatan jalan. Hal ini dikarenakan akan mengganggu konsentrasi dan pandangan pengendara.

APK di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). (Foto: Akbar Rahman untuk pojokbanua)

Menurutnya, APK yang dipasang di ruang publik diatur dimensi dan diberikan nomor. Setiap calon yang ingin memasang APK, tinggal memasang pada nomor yang sesuai.

“Hal ini bertujuan, agar setiap calon memiliki kesetaraan dalam menyampaikan informasi. Dengan penomoran letak penempelan, juga mempermudah dalam kontrol dan pengawasan jika ada yang melanggar dalam hal konten APK atau lain,” bebernya.

Akbar menjelaskan, setiap calon yang memasang APK wajib mengikuti ketentuan yang diatur pemerintah, mulai dari dimensi gambar yang dipasang calon hingga waktu pemasangan. APK yang diatur demikian akan lebih murah, karena setiap calon memiliki kesetaraan dalam menyampaikan informasi.

“Maka tidak ada perbedaan antara calon yang memiliki modal besar dan kecil,” tegasnya.

Hal ini tentu berdampak positif bagi para calon, yang dapat berkompetisi dengan adil dan bersaing dalam penyampaian konten pesan yang ingin disampaikan. Hal ini menyebabkan kualitas dan mutu pemilu lebih baik, sehingga warga dapat benar-benar memilih calon wakil rakyat yang berkompeten dan berkualitas.

“Semoga, nanti kita bisa menerapkan hal yang sama seperti di Jepang,” harapnya. (FN/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA