iklan di pojokbanua

Menembus Belantara, Memberantas Buta Aksara: Minimnya Fasilitas Pendidikan di Batang Alai Timur (2)

waktu baca 2 menit
Selasa, 2 Mei 2023 18:40 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Minim fasilitas pendidikan sudah menjadi kisah klasik potret pendidikan di kawasan 3T. Terlebih lagi, Dusun Mangga Jaya, Desa Aing Bantai, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), berada di tengah hutan dan hanya bisa dilewati jalan setapak dengan akses sejauh 73 kilometer dari pusat Kota Barabai, sudah tentu jarang dilirik.

Sekolah Paket A Mangga Jaya sendiri, difasilitasi pemerintah sebagai layanan pendidikan non formal setingkat Sekolah Dasar (SD).

Gaji pengajar (totur) dan kelangkapan ATK ditunjang pemerintah berdasarkan takaran permintaan dan kebutuhan. Namun, tentu saja tidak bisa dipenuhi secara cepat dan harus bertahap.

Kemudian, ketiadaan bangunan sekolah membuat mereka berganti-ganti tempat untuk melangsungkan pembelajaran. Secara rutin pembelajaran dilaksanakan di Balai Adat atau tempat suci aliran kepercayaan Kaharingan.

Namun, seringkali juga berganti memakai rumah warga, maupun di lapangan terbuka jika sewaktu balai tersebut digunakan untuk prosesi acara adat.

Kendati minim fasilitas, Nurdin (28) dan Uncit Kesuma (27), pemuda Dayak Meratus dari Dusun Buhul, Desa Batu Perahu, Kecamatan Batang Alai Timur, tetap selalu memberikan layanan terbaiknya untuk mengajar para warga untuk keluar dari lingkaran buta aksara yang telah lama membelenggu.

“Bahkan malam pun terkadang ada yang mendatangi ke rumah untuk belajar. Semangat belajar mereka tinggi,” kata Nurdin.

Pendidikan bisa dibilang masih belum menjadi prioritas warga, sebab layanan pendidikan terlambat masuk. Warga setempat setiap hari disibukkan mengurus ladang atau aktivitas lainnya untuk menyambung hidup kebutuhan ekonominya.

Walaupun begitu, warga sangat berharap generasi masa depan mereka dapat juga merasakan akses pendidikan tinggi untuk kemajuan desa.

“Bisa dibilang kami disini belum merdeka. Listrik, jalan, sinyal masih tidak ada, akses pendidikan sangat terbatas,” ucap Jalita, pembakal (kepala desa) setempat.

Sejatinya, momentum hari lahir Ki Hadjar Dewantara 2 Mei 2023 yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional ini menjadi refleksi tersendiri untuk berbenah meningkatkan kualitas pendidikan.

Pendidikan diamanahkan tidak ada diskrimintatif, namun kenyataannya masih ada mereka yang di pelosok termarginalkan oleh keadaan.

Hingga kini, ketimpangan pendidikan terus terjadi dan masih menjadi pekerjaan rumah besar pemimpin negeri dengan segala kuasa dan kebijakan untuk mengatasinya masih dinanti. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA