harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Maskot Ibu Kota Kalsel hingga Embung: Pengamat Harap Kualitas Sesuai, Kendala Segera Selesai

waktu baca 2 menit
Minggu, 17 Sep 2023 14:30 0 357 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Proyek pembangunan yang tengah bergulir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian Pengamat Tata Kota, Dr. Eng. Akbar Rahman.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Ia mengapresiasi Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin yang terjun langsung ke lapangan untuk melihat progres pengerjaan proyek. Di antaranya, Embung Gunung Kupang dan Tugu Nol Kilometer Banjarbaru.

Kendati demikian, ia berharap dari hasil kunjungan lapangan ini akan berdampak positif terhadap proses pengerjaan. Pada akhirnya, kualitas pembangunan proyek tetap terjaga.

“Jika ada hambatan dalam pengerjaan dapat diselesaikan dengan secepatnya. Semua harus bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya, untuk menjaga kualitas pekerjaan dan target waktu pengerjaan tidak terhambat,” ujar Akademisi dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu saat dihubungi pojokbanua.com, Sabtu (16/9/2023) kemarin.

Dia menilai, seluruh progres pengerjaan proyek ini masih di bawah 50 persen. Tentunya menjadi perhatian kontraktor dan pengawas di lapangan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

“Sehingga, tidak terjadi keterlambatan dan kualitas pekerjaan tidak terabaikan,” tegasnya.

Akbar mencontohkan proyek pembangunan Titik Nol Kilometer Banjarbaru yang diharap dapat menjadi maskot baru bagi Ibu Kota Kalimantan Selatan (Kalsel) ini. Dirinya berpesan, proyek ini harus mendapat perhatian terutama saat hampir rampung.

“Harus betul-betul diperhatikan finishing-nya, agar mutu dan kualitasnya sesuai yang diharapkan pada perencanaan,” ucap Ketua Prodi Arsitektur FT ULM tersebut.

Selain itu, ia menyoroti bahan galian Embung Gunung Kupang yang sempat menjadi kendala. Menurutnya, permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cepat, karena dikhawatirkan menghambat pekerjaan proyek.

“Apalagi proses galian tergantung cuaca, maka musim kering ini waktu yang sangat tepat. Jangan sampai nantinya terhambat dalam proses pengerjaan akibat hujan,” tuntasnya. (FN/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA