iklan di pojokbanua

LPSK Cabut Perlindungan Richard Eliezer Buntut Wawancara di TV Tetap Tayang

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Mar 2023 20:55 0 Yuliandri Kusuma Wardani

POJOKBANUA, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengcabut perlindungan fisik terhadap terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat, Richard Eliezer atau Bharada E buntut dari penayangan wawancara eksklusifnya bersama Kompas TV.

“Kamis, 9 Maret 2023 LPSK telah melaksanakan sidang mahkamah pimpinan LPSK dengan keputusan untuk menghentikan perlindungan kepada saudara RE (Richard Eliezer),” ujar Tenaga Ahli LPSK, Syahrial Martanto Wiryawan, Jumat (10/3/2023).

Menurut LPSK, pihaknya sebelumnya telah menyampaikan surat keberatan dan meminta agar wawancara tersebut tidak ditayangkan. Sebab, Richard merupakan saksi pelaku atau justice collaborator dalam perkara pembunuhan berencana Yosua. LPSK khawatir, tayangan wawancara itu akan mengancam keselamatan Richard.

“Namun, dalam kenyataannya wawancara terhadap RE tetap ditayangkan pada Kamis malam pukul 20.30 WIB,” ungkapnya.

Adapun, wawancara tersebut bertentangan dengan Pasal 30 Ayat (2) huruf C Undang-undang Nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, serta berlawanan dengan perjanjian perlindungan antara LPSK dan Richard.

Dalam perjanjian perlindungan yang sebelumnya telah ditandatangani Richard, dia menyatakan kesanggupan untuk tidak berhubungan dan memberikan komentar apa pun secara langsung dan terbuka kepada pihak mana pun tanpa sepengetahuan dan persetujuan LPSK.

Beruntung, keputusan menghentikan perlindungan fisik itu tak menghilangkan status mantan ajudan Ferdy Sambo tersebut sebagai justrice collaborator sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 31 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2022.

Sementara itu, Juru Bicara LPSK Rully Novian menyebut, pihaknya tidak akan melarang‚Äč jika Bharada E kembali dipindahkan E ke Lapas Salemba buntut dari penayangan tersebut.

“Bukan lepas gitu aja. Jadi memang kan ada mekanisme perlindungan dan pengamanan setiap lapas dan rutan, maka kami serahkan ke meaknisme di lapas dan rutan,” bebernya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan eksekusi Eliezer ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat, pada Senin (27/2/2023), lantaran kasus sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Namun, belum sampai 24 jam Eliezer ditempatkan di Lapas Salemba, LPSK memutuskan merekomendasikan agar Eliezer kembali dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri.

Terpisah, Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi mengklaim wawancara dengan Bharada E telah memenuhi syarat perizinan dari berbagai pihak, baik Bharada E maupun pengacaranya, bahkan Kementerian Hukum dan HAM sebelum wawancara dilakukan.

Selain itu, pihaknya menegaskan wawancara terhadap Bharada E juga telah dilakukan sesuai kode etik jurnalistik sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (CNNIndonesia/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA