iklan di pojokbanua

Logo Twitter Jadi X, Elon Musk Ambisi Ubah Mirip WeChat

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Jul 2023 12:25 0 Yuliandri Kusuma Wardani

POJOKBANUA, JAKARTA – Elon Musk belum lama ini telah mengubah logo Twitter menjadi X. Kini terungkap alasannya. Dia berambisi ingin memiliki platform yang bisa menjadi Super App seperti WeChat di China.

Dikutip dari CNBC, Elon Musk tak ingin Twitter hanya menjadi media sosial (medsos). “Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan menambahkan fitur komunikasi dan kemampuan untuk ‘Financial World’,” ujarnya.

Untuk akuisisi Twitter, Elon Musk sudah merogoh kocek US$ 44 miliar. CEO Twitter baru, Linda Yaccarino menyebut, X adalah sebuah platform masa depan tanpa batas layanan di audio, video dan pesan. Akan tetapi, juga bisa melayani pembayaran atau perbankan dan menciptakan pasar untuk ide, barang, layanan dan peluang-peluang baru.

Elon Musk disebut terinsipirasi dari aplikasi keluaran Tencent WeChat. Aplikasi ini memiliki layanan yang sangat lengkap untuk para penggunanya. Mulai dari media sosial, pembayaran, pemesanan hotel, pesan instan sampai memesan taksi hanya dalam satu genggaman.

WeChat kini memiliki lebih dari 1,3 miliar pengguna. Awalnya, WeChat merupakan aplikasi pesan instan seperti Whatsapp namun Tencent terus mengembangkan hingga bisa menjadi super app.

Tak hanya itu, perusahaan ride hailing yang berkantor di Singapura Grab itu kini sedang mengembangkan diri ke layanan pengiriman makanan dan pembayaran. Lalu, di Korea Selatan juga ada Kakao.

Elon Musk menilai orang-orang di China yang menggunakan WeChat akan sangat terbantu dalam kehidupan sehari-hari mereka. “Saya pikir (kami) bisa mencapai hal (kesuksesan) itu dengan Twitter,” lanjutnya.

X disebut-sebut akan menjadi penantang baru untuk perusahaan media sosial lain yang ada di bawah naungan Meta.

*Keunggulan WeChat*

Aplikasi ini diluncurkan oleh Tencent pada 2011 lalu. Kini pengguna WeChat hampir 1,4 miliar orang. Layanan yang diberikan WeChat bisa dibilang lebih dari super karena memiliki perpesanan, panggilan suara dan video, media sosial, pengiriman makanan, pembayaran telepon, game, berita dan dating apps. Ini artinya sama seperti WhatsApp, Facebook, Apple Pay, Uber, Amazon dan Tinder digabung menjadi satu.

Hal itu membuat warga China tak mungkin bisa jika tidak menggunakan WeChat. Para warga China aktif menggunakan WeChat untuk pengiriman pesan, kemudian media sosial seperti Facebook dan wallet yang memungkinkan terhubung ke kartu debit dan kredit. Hampir semua toko dan warung di China menerima pembayaran menggunakan WeChat yang bisa melalui QR.

Orang juga bisa membayar kebutuhan rumah tangga, investasi dan menarik kredit di WeChat. Dari sisi pemerintah, warga juga bisa mendapatkan informasi jaminan sosial, pembayaran tiket hingga mengatur janji di rumah sakit.

Selama pandemi WeChat menjadi aplikasi yang sangat penting untuk warga China. Tapi ada minus yang akan dialami oleh para pengguna WeChat yaitu memori di handphone akan cepat habis karena penyimpanan data yang sangat besar.

Kemudian, WeChat dikhawatirkan tak bisa membuat batasan pengawasan dan privasi warga. Apalagi, sekarang China memblokir banyak akses website asing dan portal berita dari luar negeri.

Kontrol dari pemerintah ini juga berbahaya untuk orang-orang yang berdiskusi menentang pemerintah di WeChat. Bukan hal aneh jika ada akun WeChat warga China disuspend selama berhari-hari karena mereka mengobrol di aplikasi tersebut. (KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA