iklan di pojokbanua

Koreksi Pernyataan Hasyim, KPU Kalsel: Anggota DPRD Terpilih Harus Mundur jika Maju Pilkada!

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Mei 2024 19:48 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengoreksi pernyataan Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari yang menyebut tidak ada kewajiban anggota DPRD terpilih untuk maju Pilkada 2024.

IMG-20240616-WA0002

Komisioner KPU Kalsel Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas SDM), Muhammad Fahmi Failasopa mengungkapkan, anggota DPRD terpilih hasil Pemilu 2024 harus mengundurkan diri paling lama lima hari sejak ditetapkan sebagai peserta Pilkada 2024 pada 22 September 2024 mendatang.

“Penetapan tanggal 22 September, calon (anggota DPRD) terpilih ditetapkan sebagai peserta pilkada, 5 hari sejak tanggal penetapan, yang bersangkutan harus menyampaikan surat secara resmi (untuk) mundur diri sebagai calon (anggota DPRD) terpilih ke KPU,” ujarnya kepada sejumlah awak media, baru-baru tadi.

Kendati demikian, Fahmi memastikan tidak banyak hal yang berbeda dari pernyataan Ketua KPU RI sebelumnya. Seperti calon anggota DPRD terpilih yang mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah, maka harus menyampaikan surat pernyataan bersedia mundur.

“Jadi ketika pendaftaran calon (kepala daerah) di tanggal 27 hingga 29 Agustus, pada saat menyerahkan berkas pendaftaran, harus melampirkan pernyataan bersedia mundur,” imbuhnya.

Fahmi yang juga Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Banjarbaru ini mencontohkan, akhir masa jabatan DPRD Banjarbaru pada 9 Oktober 2024. Secara otomatis, anggota DPRD Banjarbaru terpilih hasil Pemilu 2024 dilantik di tanggal yang sama.

“Karena ketika pada 22 September dinyatakan sebagai peserta pilkada, lima hari sejak ditetapkan harus mundur. Jadi tidak ikut pelantikan di (tanggal) 9 Oktober,” cetusnya.

Mundurnya anggota DPRD Banjarbaru terpilih untuk berlaga dalam Pilkada 2024, secara otomatis akan ada proses pengganti antar waktu (PAW). Di mana, partai politik (parpol) akan menyiapkan nama pengganti anggota DPRD tersebut.

Fahmi lalu mencontohkan kembali DPRD Kalsel, yang akhir masa jabatannya jatuh pada 9 September 2024, atau satu bulan lebih cepat daripada DPRD Banjarbaru. Anggota DPRD Kalsel terpilih yang maju dalam Pilkada 2024, masih sempat menjabat hingga penetapan calon kepala daerah pada 22 September 2024.

“Kalau (DPRD Kalsel) itu mudah, artinya sudah dilantik lalu mundur resmi. Kalau DPRD Banjarbaru (pada) 9 Oktober baru dilantik,” tuturnya.

Fahmi menyebut, saat ini Peraturan KPU (PKPU) Pencalonan dalam Pilkada masih dirumuskan. Adapun pernyataan Ketua KPU RI sebelumnya disampaikan sebelum adanya rapat pembahasan di DPR RI.

“Karena mendapat masukan, akhirnya mungkin anggota Komisi II DPR RI meminta dalam PKPU dituangkan norma itu. Masih digodok karena kemarin baru rapat dengan Komisi II, (karena) kalau dituangkan dalam norma, tidak bisa berubah lagi (pernyataannya),” tuntasnya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA