iklan di pojokbanua

Keterbatasan Akses, Dua Desa Tertinggal di Kalsel Dipastikan Jadi Berkembang

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Mei 2024 15:30 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Dua desa tertinggal di Kalimantan Selatan (Kalsel) dipastikan akan naik statusnya menjadi berkembang, meski akses kedua desa ini terbatas.

Adapun kedua desa tersebut yakni Desa Juhu dan Desa Aing Bantai. Keduanya berada di Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang terbilang berada di kawasan lembah Pegunungan Meratus.

Keduanya memiliki kesamaan hanya bisa diakses berjalan kaki melewati beberapa pegunungan karena ketiadaan jalan penunjang transportasi. Terlebih, lokasi itu juga berada di sekitar kawasan hutan lindung.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel per akhir tahun 2023, sebanyak 1.871 desa yang tersebar di 154 kecamatan dan 144 kelurahan, hanya tersisa dua desa yang berstatus tertinggal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) HST, Edy Rahmawan mengatakan, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada dua desa yang memang menjadi perhatian.

Ia mengakui, pada bulan Mei hingga Juni 2024 ini merupakan periode pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM). Mengacu pada komponen dan indikator IDM yang ada, pihaknya pun memastikan dua desa tersebut akan naik statusnya jadi berkembang.

Menurutnya, ada beberapa kesalahpahaman saja terkait data-data indikator itu. Meski lokasi desanya terbilang jauh dan sulit, potret IDM ini lebih kepada akses layanan yang dirasakan oleh masyarakat.

“IDM ini tidak memotret dari luar, tapi lebih kepada perkembangan di desa itu dengan mengacu pada indikator-indikator yang ada,” ungkapnya, Selasa (21/5/2024).

Edy mencontohkan, dari sisi infrastruktur seperti fasilitas keuangan. Saat warga hendak mengambil BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan PKH (Program Keluarga Harapan) mereka tetap bisa mengambil ke Birayang.

Kemudian, untuk pendidikan di Desa Aing Bantai sudah ada sekolah paket. Lalu, di Desa Juhu sudah ada sekolah negeri. Begitu juga untuk melanjutkan pendidikan yang juga dapat terlayani, meskipun fasilitasnya tidak di desa itu.

“Bukan perkara akses, tetapi jenis layanan yang diterima masyarakat,” lanjutnya.

Di samping itu, dua desa ini juga memang bertahap naiknya. Sejak tahun 2022 masih berstatus sangat tertinggal berhasil naik jadi tertinggal pada tahun 2023. Kemudian, pada tahun 2024 ini dipastikan akan naik lagi jadi berkembang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST juga memastikan akan membuka akses ke desa-desa yang ada di Meratus tersebut. Lewat bantuan keuangan khusus, Desa Juhu dan Aing Bantai dipastikan secara bertahap akan dibuka akses jalannya.

“Sampai bulan Juni 2024 ini kami masih proses memasukkan data. Untuk data sementara dipastikan statusnya sudah berkembang, tinggal proses unggah ke aplikasi saja lagi,” lugasnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA