iklan di pojokbanua

Kementerian ATR/BPN: 12 Titik di Banjarbaru Diduga Langgar Pemanfaatan Ruang

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Nov 2022 18:43 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat, ada 12 titik dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang di Banjarbaru. Di mana, dua di antaranya telah ditindaklanjuti oleh Kementerian ATR/BPN.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN RI, Ariodilah Virgantara, di sela penurunan plang peringatan larangan mendirikan bangunan di lahan bekas ritel ternama Jalan A. Yani Kilometer 26, Banjarbaru pada Selasa (1/11/2022) siang.

“Di Banjarbaru, berdasarkan hasil audit kami ada 12 titik dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang, sementara yang ditindaklanjuti ada 2 titik. Sehingga ada 10 titik yang menjadi pekerjaan rumah kami untuk dilakukan kegiatan penertiban,” ucapnya.

Ariodilah memastikan, penertiban 10 titik yang masih belum ditertibkan, akan segera ditindaklanjuti. Kendati penertiban sendiri akan dilaksanakan secara bertahap.

“Ada pemanfaatan ruang (yang diduga dilanggar), seperti perumahan di ruang terbuka hijau, yang harus segera diselesaikan,” imbuhnya.

Lokasi penurunan plang sendiri, didirikan dekat dengan lahan bekas ritel ternama pernah berdiri. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN, termasuk dengan berkoordinasi Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai pemilik lahan, serta Pemerintah Kota Banjarbaru.

Bangunan bekas ritel sendiri, sebut Ariodilah, sudah dibongkar. Guna memulihkan fungsi ruang yang berada dekat dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor ini.

Sebelumnya, pendirian ritel yang dekat dengan sisi udara bandara terbesar di Kalsel ini, diduga tak memiliki izin. Sehingga, Kementerian ATR/BPN mengklasifikasikannya sebagai sebuah pelanggaran.

“Pelanggaran ini sudah tuntas, karena sudah dilakukan pembongkaran dan juga pemulihan fungsi ruang. Atau dikembalikan seperti semula, seperti kondisi awal,” tandas Ariodilah.

Sementara itu, Kepala DInas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari mengakui, masih ada 10 titik dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang yang ada di Banjarbaru. “Tersebar di Banjarbaru, dan jenisnya macam-macam. (Kita lakukan) bertahap,” katanya.

Dirinya berjanji akan bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN untuk melakukan pendekatan terkait adanya dugaan pelanggaran pemanfaatan tata ruang secara humanis.

Lalu, bagaimana pencegahan agar hal ini tidak terulang lagi di Kota Idaman? “Kita langsung sosialisasikan, agar tidak lagi terjadi hal seperti ini lagi. Uruslah izin sebelum melakukan itu (pembangunan), karena kadang-kadangmengurus izin sembari membangun. Padahal belum tentu izinnya itu sesuai,” tandas Eka. (FN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA