iklan di pojokbanua

Kasus Masih Tinggi, Pemko Banjarbaru Upayakan Tekan Kematian Ibu dan Bayi

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Okt 2023 07:54 0 Fikri Noor

POJOKBANUA BANJARBARU – Kasus kematian ibu dan bayi serta stunting di Banjarbaru yang tinggi, menjadi perhatian serius Pemko Banjarbaru. Berdasarkan data, hingga bulan September 2023 sudah ada 3 kasus kematian ibu. Sementara, angka kematian bayi tercatat sebanyak 38 kasus.

Hal ini diungkapkan Plh. Sekda Banjarbaru, Dr. Rahmah Kahirita di sela Rapat Pembentukan dan Evaluasi Jejaring Skrining Layak Hamil, Antenatal Care (ANC) dan Stunting Tingkat Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan Balai Kota, Kamis (19/10/2023).

“Untuk kematian ibu hasil dari data hingga bulan September 2023 ada 3 kasus kematian, sedangkan untuk bayi sebanyak 38 kasus kematian. Angka kematian bayi tersebut cukup besar, kemudian juga angka stunting mengalami kenaikan pada tahun 2023 ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Rahmah menjelaskan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan maupun keturunan. Melainkan soal edukasi bagi orang tua maupun calon pengantin, tentang sudut pandang kesehatan, pendidikan, sosial dan agama.

“Jadi dengan adanya rapat pembentukan dan evaluasi ini diharapkan bisa terpadu, jadi mulai dari calon pengantin sudah diberikan pemahaman tentang kehamilan. Hingga nantinya saat hamil untuk menjaga kesehatan janin dan sang ibu hingga sampai melahirkan, untuk mengurangi angka kematian ibu, bayi dan gizi masyarakat,” bebernya.

Kegiatan ini sendiri dilakukan, sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, dan juga dalam upaya perbaikan gizi masyarakat. Selain itu, tujuan utama adanya tim jejaring ini adalah memperluas jangkauan data soal kehamilan, serta tumbuh kembang anak di Banjarbaru.

Dengan pengumpulan data yang lebih banyak ini, memudahkan Pemko Banjarbaru dalam mengambil kebijakan terkait kesehatan ibu dan bayi. Hal ini sejalan dengan aksi untuk menurunkan angka kasus stunting dan meningkatkan gizi masyarakat.

Rapat ini sendiri, diikuti sebanyak 90 orang yang akan menerima sosialisasi terkait Jejaring layak hamil, identifikasi stunting dan pencegahannya, skrining kehamilan dan tata laksana komplikasi medis serta peranan KUA dalam pembekalan calon pengantin dalam persiapan kehamilan.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang kompeten, yakni dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kalsel dan Kemenag Banjarbaru. (MedCenBJB/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA