harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Karhutla di HST Hampir 8 Hektare, Polisi Sebut Belum Ada Tersangka

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Agu 2023 15:48 0 87 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tercatat sudah mencapai 7,75 hektare atau hampir 8 hektare.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Hal itu diketahui melalui laporan terakhir Posko Penanganan dan Pemadaman Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST pada Selasa (8/8/2023).

Polres HST melalui Kasubsi Pengelolaan Informasi, Dokumentasi dan Multimedia (PIDM), Aipda M Husaini menyebut saat ini masih belum ada tersangka atas kasus itu.

Kendati demikian, pihaknya sampai sekarang masih gencar melakukan tindakan persuasif agar warga tak membakar hutan dan lahan.

“Kami tegaskan, stop membakar hutan dan lahan. Karena ada ancaman hukuman 12 tahun penjara sesuai pasal 187 dan 188 KUHP bagi pelaku,” katanya saat ditemui di Barabai, Rabu (9/8/2023) kemarin.

Lebih lanjut, pihaknya bersama unsur TNI dan pemerintah daerah dibantu relawan terus berjibaku di lapangan dengan menggunakan alat seadanya guna memadamkan api.

“Sekarang lebih fokus kepada dampak dari karhutla itu sendiri,” jelasnya.

Berdasarkan data terakhir BPBD HST, kejadian kebakaran atau hotspot tersebar di delapan kecamatan dan ada 65 titik.

Rinciannya yaitu Kecamatan Pandawan 8 titik, Batang Alai Utara 5 titik, Batang Alai Timur 13 titik, Hantakan 12 titik, Haruyan 7 titik, Barabai 1 titik, Labuan Amas Selatan 14 titik dan Labuan Amas Utara 5 titik.

Kepala Pelaksana BPBD HST, Budi Haryanto mengatakan, sejak tanggal 1 Agustus hingga 30 November 2023, Kabupaten HST telah ditetapkan status siaga karhutla. Begitu juga dengan penetapan posko karhutla selama 2 bulan dari tanggal 1 Agustus hingga 30 September 2023.

Terlebih lagi, sesuai Undang-undang tentang Kebakaran Hutan dan Lahan PPLH Nomor 32 Tahun 2009, pelaku pembakaran lahan dapat dijerat pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda hingga Rp10 miliar.

“Kami berharap kepada warga yang ingin bertani, khususnya di lahan rawa agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena sanki hukuman sudah jelas,” lugas Budi. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA