iklan di pojokbanua

Kandang Babi Dekat Kampus UIN Antasari, Peternak Diberi Waktu Tiga Bulan Angkat Kaki

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Mei 2024 20:22 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Persoalan kandang babi di Banjarbaru seolah tak berkesudahan. Keluhan akan keberadaan kandang babi pun datang bukan hanya dari warga sekitar Jalan Batu Besi, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, namun juga dari civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin Kampus Banjarbaru.

Lurah Guntung Manggis, Zikru Rakhman mengakui, keluhan terhadap keberadaan kandang babi mencuat sejak Kampus UIN Antasari di Banjarbaru beroperasi. Terlebih, di lingkungan kampus terdapat asrama mahasiswa dan mahasiswi yang menimba ilmu di kampus ini.

“Informasi yang disampaikan civitas akademika itu, memang di semester awal semua mahasiswa wajib asrama. Asrama ini berbatasan langsung dengan kandang babi,” ujarnya kepada sejumlah awak media saat dijumpai di kantornya, Senin (13/5/2024) siang.

Pihak kelurahan sendiri, sempat menyambangi kampus UIN Antasari dan mendapat aspirasi dari pihak kampus. Zikru menuturkan, civitas akademika berharap agar kandang babi dapat dipindah, karena mengganggu aktivitas kampus.

Zikru menuturkan, jika dirunut keberadaan kandang babi diindikasikan lebih awal berdiri daripada Kampus UIN Antasari. Haya saja, dalam perkembangannya pemanfaatan tata ruangnya dibutuhkan untuk aktivitas kampus.

“Mau tidak mau, bukan pemerintah diskriminatif tetapi pemanfaatan tata ruangnya sudah (digunakan) untuk perumahan dan ada juga saat ini untuk kampus. Mau tidak mau dikaji ulang (keberadaan) kandang babi,” imbuhnya.

Para peternak babi yang berada di Jalan Pendarapan, Kelurahan Guntung Manggis pun dipanggil Satpol PP Banjarbaru pada Senin (13/5/2024). Sebanyak 21 peternak babi hadir memenuhi panggilan dari Satpol PP.

Para peternak babi saat memenuhi panggilan Satpol PP Banjarbaru, Senin (13/5/2024). (Foto: Fikri Noor/pojokbanua.com)

Kepala Bidang (Kabid) Penegakkan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Banjarbaru, Deny Mahendrata mengatakan, sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Banjarbaru 2014-2034, peternakan babi di Banjarbaru dilarang. Hanya peternakan unggas, sapi dan kambing yang diperbolehkan. Sementara, untuk ternak babi perlu izin khusus kepada kepala daerah.

“Kenapa saya buka ini, karena mereka berkeras bahwa usaha mereka itu, sekitar di bawah tahun 2010 sudah mendapatkan izin dari warga setempat untuk beraktivitas ternak. Sepanjang tidak mendapat keluhan dari warga,” jelasnya.

Satpol PP Banjarbaru sendiri, memberikan waktu kepada peternak babi selama tiga bulan ke depan untuk angkat kaki. Mereka diberi tenggat waktu untuk segera mengosongkan kandang babi di dekat Kampus UIN Antasari.

Deny menjelaskan, sesuai aturan, jajarannya memberi waktu selama 14 hari. Hanya saja, para peternak babi menginginkan agar diberi kesempatan untuk membeli lahan, memindah ternak dan mendapatkan izin dari lingkungan sekitar di wilayah lain untuk berternak babi.

“Saya pikir (keinginan) itu tidak masuk akal karena (waktunya) sangat lama sekali. Setelah berkonsultasi, diberi waktu 3 bulan, paling lama 14 Agustus semua (kandang babi) harus kosong,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu peternak babi bernama Tony Adrian mengaku keberatan dengan tenggat waktu yang diberikan Satpol PP Banjarbaru. Ia menyebut, waktu yang diberikan terlalu singkat, terlebih untuk mencari lahan dan membangun kandang babi di wilayah lain.

“Sebetulnya kami minta waktu 1,5 tahun, minimal kita sendiri yang bongkar kandangnya bukan pemerintah. (Karena) di Banjarbaru sudah dilarang (ternak babi) dan kita cari (tempat) ke provinsi lain seperti Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang tentunya jauh. (Jika) hanya 3 bulan kita keberatan,” ucapnya dengan nada kecewa. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA