iklan di pojokbanua

Kalsel Raih Penghargaan BI Awards 2023, Implementasi QRIS Terbaik se-Kalimantan

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Nov 2023 09:18 0 Yuliandri Kusuma Wardani

POJOKBANUA, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Sahbirin Noor atau Paman Birin menerima penghargaan Bank Indonesia (BI) Awards Tahun 2023.

Keberhasilan atas prestasi Provinsi Kalsel sebagai daerah dengan implementasi terbaik pengunaan QRIS wilayah Kalimantan. Penghargaan diserahkan langsung Gubernur BI, Perry Warjiyo disaksikan Presiden Jokowi pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Jakarta, Rabu (29/11/2023) malam.

Paman Birin menyampaikan, keberhasilan ini sebagai wujud upaya Pemprov Kalsel bersama Bank Indonesia, serta stake holder terkait untuk terus mengerakan digitalisasi di Banua.

“Alhamdulilah, penghargaan ini sebagai wujud pertumbuhan ekonomi di Banua terus meningkat dan menjadi semangat, serta komitmen bersama untuk terus membangun daerah, khususnya dalam peningkatan ekonomi Banua,” katanya.

Ia menyebut, tingginya volume penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran di Banua tak lepas semakin tumbuhnya UMKM. Sehingga, terus didorong pertumbuhan UMKM dengan aneka produk lokal yang menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

“Kita terus dorong dan dukung untuk kemajuan UMKM. Termasuk, digitalisasi pembayaran dengan menggunakan QRIS,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Presiden Jookwi meminta perbankan agar tidak menghabiskan likuiditas untuk membeli instrumen yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Saya mengajak seluruh perbankan harus prudent harus hati-hati tapi tolong lebih di dorong lagi kreditnya, terutama bagi UMKM. Jangan semuanya ramai membeli, ke BI maupun SBN meski boleh-boleh saja tapi agar sektor riil bisa kelihatan lebih baik dari tahun yang lalu,” paparnya.

Jokowi menyatakan, berdasarkan laporan pelaku usaha, peredaran uang kini makin kering.

“Meski kalau kita lihat kadang-kadang di bawah tadi, saya mendengar dari banyak pelaku usaha ini kelihatannya kok peredaran uangnya makin kering. Ada indikasi disebabkan olehpembelian instrumen yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Jangan-jangan terlalu banyak yang dipakai untuk membeli SBN atau yang dipakai untuk membeli SRBI atau SVBI. Sehingga, yang masuk ke sektor riil berkurang,” jelasnya.

Di sisi lain, realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah juga masih rendah. Padahal, tahun anggaran 2023 tersisa dua bulan lagi.

Senada, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menambahkan, akan banyak fenomena isu domestik negara yang berdampak ke global.

“Seperti Amerika Serikat mengalami inflasi dan suku bunga tinggi, China mengalami perlambatan ekonomi dan krisis properti. Serta, ada peningkatan tensi geopolitik yang semua dadakan,” tuturnya.

Sebelumnya, ia menerangkan prospek ekonomi 2024 redup. “Dunia masih terus bergejolak, ada perang Rusia-Ukraina, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, dan kini konflik Israel-Palestina yang menimbulkan fragmentasi geopolitik. Akibatnya, propek ekonomi global meredup 2024 sebelum bersinar lagi di 2025,” tutur Perry.(adpim/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA