harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Kades Simpang Arja Siap Laporkan Oknum Penjual Lahan

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Jul 2023 15:31 0 96 Donny Irwan

POJOKBANUA, MARABAHAN – Perundingan terkait lahan antara pihak Desa Simpang Arja, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dengan pihak perusahaan sawit PT Putra Bangun Bersama (PBB) tidak menemui kesepakatan.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Pasalnya, dari keterangan kedua pihak, lahan tersebut diduga telah dijual oleh oknum masyarakat desa setempat. Sehingga, uang yang telah dibayarkan PT PBB untuk ganti rugi lahan tidak sampai ke pemilik lahan masing-masing.

Alhasil, pihak Desa Simpang Arja yang diwakili kepala desanya menyatakan siap melaporkan oknum tersebut. Diketahui, oknum itu merupakan mantan pejabat desa setempat.

“Karena tidak menemukan kesepakatan dan solusi, kita siap melaporkan ke kejaksaan atau kepolisian. Kita siap maju,” tegas Kepala Desa (Kades) Simpang Arja, Ambia kepada wartawan.

Sementara pihak PT PBB yang dihadiri General Manager Social Security Legal, Herman Prawira mengaku tidak keberatan dengan rencana tegas pihak desa tersebut.

“Dari perusahaan tidak mungkin bayar lagi. Kan kami sudah bayar. Kami mengikuti arahan dari anggota dewan saja, karena arahannya sudah benar. Tinggal masyarakat yang merasa dirugikan saja lagi yang segera laporkan itu. Katanya ada oknum yang jual, sedangkan pihak perusahan sudah bayar. Tinggal laporkan saja,” ujar Herman.

Perundingan kedua pihak yang berlangsung alot itu dilaksanakan pada rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Batola, Marabahan, Selasa (4/7/2023) sore. Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Batola, Saleh dan dihadiri para anggota dewan.

“Menurut beliau (Kepala Desa Simpang Arja), ada wilayah yang masih belum diganti rugi oleh perusahaan. Beliau mengaku daerah itu sudah sesuai Permendagri Nomor 45. Ya memang batas wilayah beliau, dan selama ini digunakan oleh perusahaan,” kata Saleh.

Sementara itu, ada masyarakat yang menuntut ganti rugi. “Jadi kebingungan akhirnya. Padahal, faktanya perusahaan sudah membayar,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, DPRD Batola menyarankan agar pihak Desa Simpang Arja melaporkan masalah tersebut ke pihak berwenang.

“Karena kalau memang sudah dibayar, berarti mungkin ada pihak lain yang menerima pembayaran itu. Jadi tadi kami sarankan agar segera laporkan saja,” pesannya. (DN/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA