iklan di pojokbanua

Kabupaten Banjar Target KLA Nindya, Anak Punk Berpengaruh

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Mar 2024 18:38 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar berkomitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya.

IMG-20240616-WA0002

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Dian Marliana didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Merilu Ripner berharap pemenuhan 31 hak anak, termasuk Hak Hidup Anak dan Ruang Bermain Ramah Anak (RBA) dapat terlaksana.

“Mudah-mudahan, dengan komitmen yang kuat kita dapat membangun KLA dan memenuhi hak-hak anak. Di antaranya Hak Hidup Anak, Hak Berkembang, termasuk menyediakan Ruang Bermain Ramah Anak (RBA),” katanya, Rabu (6/3/2024).

Dia menekankan, penghargaan bukan tujuan utama, melainkan pemenuhan hak anak. “Meski mengincar penghargaan KLA Nindya dengan hanya memerlukan 16 poin lagi, fokus utama tetap pada pemenuhan hak anak,” bebernya.

Terkait aktivitas anak seperti mengemis dan menjadi pengamen, pengaruhnya terhadap KLA kategori Nindya. “Upaya penertiban dan razia rutin dilakukan untuk melindungi anak-anak,” lanjutnya.

Menanggapi maraknya aktivitas keberadaan anak gelandangan, pengemis, dan pengamen (gepeng) yang kerap disebut anak punk, ia menjelaskan bahwa edukasi dan sosialisasi dilakukan saat terjaring razia.

“Kami sering melakukan razia melalui Kepala UPTD PPA, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar. Karena melakukan eksploitasi anak untuk mencari uang, baik dengan cara mengemis, jadi badut, mengamen, dan lain sebagainya itu, tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Ia menyebut, anak punk kebanyakan berasal dari luar daerah dan sedang menghadapi kondisi broken home. “Meski terjaring razia, Dinsos P3AP2KB memberi pembinaan. Upaya pencegahan melibatkan program peningkatan kualitas pelayanan dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya,” tuturnya.

Adapun, salah satu upaya untuk mencegah masih maraknya aktivitas ekploitasi anak, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar saat ini tengah menjalankan program peningkatan kualitas pelayanan. Baik untuk ketahanan ekonomi, sosial maupun budaya yang akan dibentuk. (WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA