harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Kabupaten Banjar Status Siaga Darurat Banjir

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Nov 2021 19:15 0 111 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang rentan terhadap musibah terutama banjir. Kini, statusnya ditetapkan siaga darurat banjir.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Pada pertengahan Desember 2020 sampai April 2021 Kabupaten Banjar mengalami Banjir, bahkan hampir keseluruhan kecamatan ikut terdampak.

Apalagi, fenomena La Nina yang kembali terjadi di wilayah Kalsel dan menurut prediksi lebih besar dampaknya. Tentunya, ini menjadi perhatian baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

Hingga kini, di Kalsel ada beberapa daerah yang sudah mengalami banjir. Salah satunya, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang melanda 5 kecamatan dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm sampai 75 cm.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto menerangkan, upaya penanggulangan musibah banjir telah dilakukan.

“Kabupaten Banjar pada tahun 2021, merupakan daerah yang paling terdampak banjir paling banyak. Tahun ini kita sudah mendirikan posko bencana, status Kabupaten Banjar siap siaga darurat banjir, per hari ini,” ungkap Yayan, Selasa (16/11/2021).

Kata dia, belakangan ini sering terjadi hujan, maka perlunya mendirikan posko. Hujan yang terjadi, salah satunya dampak dari fenomena La Nina yang mengakibatkan meningkatnya kadar uap air yang lebih banyak.

“Untuk mengantisipasi, kami juga menyiapkan personel dan peralatan seperti perahu karet dan sebagainya. Selain itu, bersinergi dengan stake holder terkait seperti TNI, Polisi dan relawan lainnya,” ucapnya.

Personel gabungan yang disiapkan ini, nantinya akan stand by di posko selama 24 jam secara bergantian.

Yayan menjelaskan, hampir semua kecamatan rawan bencana banjir. Namun, yang sangat rawan adalah daerah bantaran sungai. Daerah yang paling terdampak dan yang lama genangannya adalah daerah ilir, berbatasan dengan Banjarmasin seperti Kecamatan Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar.

Adapun terkait Early Warning System di titik rawan bencana, lanjutnya, ada satu alat milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diletakan di Desa Rompangi, Kabupaten Banjar berupa sensor pengukur ketinggian air.

“Pemkab Banjar memiliki sistem berupa aplikasi yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memprediksi curah hujan. Apabila, air naik daerah Sungai Pinang, kita sudah tahu mulai berapa menit atau berapa jam air sampai ke bawah

Ia menilai, banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar merupakan banjir luapan sungai, bukan banjir bandang.

“Mulai dari ulu daerah Sungai Pinang, warga Kabupaten Banjar yang berada di dataran sungai sudah paham dengan itu. Berharap, masyarakat waspada dan kejadian seperti tahun kemarin tidak kembali terulang,” tutupnya. (WF/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA