iklan di pojokbanua

IPAL Q Mall Dikeluhkan Warga, Legislator Banjarbaru Terjun ke Lokasi

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Mei 2023 18:51 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Warga Jalan Simpur RT. 01 RW. 01, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara mengeluhkan keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Q Mall Banjarbaru, yang disinyalir mengakibatkan bau tak sedap.

Warga setempat bernama Syahwah menuturkan, bau menyengat dari IPAL di mall terbesar di Banjarbaru ini cukup mengganggu dirinya dan keluarga. Terlebih jika hujan turun mengguyur, bau tak sedap pun tak dapat dihindari.

“Bau menyengat itu, kadang berkurang, namun tak jarang bertambah (menyengat). Apalagi saat angin dan hujan mengguyur,” ucapnya kepada awak media, Selasa (9/5/2023) siang.

Syahwah sendiri mengaku, manajemen mall sudah beberapa kali berkomunikasi kepada warga, dan menjanjikan untuk segera mengatasi persoalan IPAL ini.

“Nanti (IPALnya) diperbaiki, katanya seperti itu. Kita sudah beberapa kali rapat dengan pengelola mall soal limbah ini selama 10 tahun,” imbuhnya.

Merespons keluhan warga Kelurahan Sungai Ulin, Komisi III DPRD Banjarbaru bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru dan Kelurahan Sungai Ulin, langsung melakukan sidak ke lokasi. Termasuk meninjau pengelolaan IPAL yang dikelola oleh Q Mall Banjarbaru sebanyak dua unit.

“Oleh masyarakat, masalah bau (dari IPAL) masih jadi persoalan. Artinya bau tak sedap itu masih dirasakan, terutama di jam-jam malam,” ujar Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari.

Berdasarkan keluhan, bau dari IPAL pertama yang cukup dekat dengan pemukiman warga masih dirasakan, terlebih saat hujan turun. Di mana, masih didapati rembesan cairan, yang tentu menjadi persoalan.

Emi menerangkan, secara admininistrasi, manajemen Q Mall Banjarbaru diketahui telah mendapatkan dua kali teguran. Dirinya menyoroti pemberian teguran dari DLH Banjarbaru dengan upaya perbaikan dari pengelola mall.

“Kita minta DLH untuk uji sampel, sehingga kita tunggu hasil uji laboratorium terkait baku mutu airnya. Setelah hasilnya keluar, baru kita bicara lagi,” lugasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan DLH Banjarbaru, Shanty Eka Septiani memastikan, jajarannya telah mengambil sampel IPAL di Q Mall Banjarbaru. Saat ini, jajarannya masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Biasanya kalau uji laboratorium itu, selama 12 hingga 14 hari kerja hasilnya akan keluar. Nanti hasilnya kita sampaikan kepada mereka (manajemen Q Mall) parameter apa yang masih tinggi dan perbaikan apa yang harus dilakukan,” tuturnya.

DLH Banjarbaru sendiri, terus memantau pembenahan-pembenahan yang dilakukan oleh manajemen Q Mall Banjarbaru, dalam hal penanganan limbah di dua unit IPAL yang tersedia.

“Surat peringatan (SP) kedua sudah dilayangkan pada April lalu, sementara SP pertama pada Oktober 2022. Nanti di bulan Juni 2023, kami akan panggil manajemen Q Mall Banjarbaru untuk klarifikasi terkait tindakan apa yang sudah dilakukan, termasuk uji laboratorium,” lugas Shanty. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA