iklan di pojokbanua

Inflasi di Banjarbaru Tahun 2022 Nyaris 7 Persen, Sejumlah Komoditas Jadi Penyebab

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Feb 2023 20:23 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Angka inflasi di Banjarbaru di tahun 2022 lalu mencapai angka 6,98 persen atau nyaris menyentuh angka 7 persen. Ini mengacu pada data yang dirilis melalui laman data.banjarbarukota.go.id, yang diakses pada Senin (20/2/2023) siang.

IMG-20240616-WA0002

Dikonfirmasi awak media, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Banjarbaru, Kanafi tidak menampik terjadi inflasi di Kota Idaman. Ada sejumlah komoditas di pasaran yang ditengarai menjadi penyebab tingginya inflasi.

Seperti beras premium, yang kerap kali dikonsumsi oleh warga Banjarbaru. Disusul komoditas ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut.

“Ikan gabus, ikan betok, dan ikan laut. Serta sebagian warga kita mengonsumsi cabai dengan jumlah tinggi. Itu yang menyebabkan terjadinya inflasi,” tutur Kanafi.

Ia mengklaim, saat ini langkah yang harus diambil adalah menjaga distribusi komoditas tersebut. Karena, Banjarbaru bukanlah daerah penghasil komoditas.

“Tidak mungkin kita 100 persen memenuhi dari budidaya kita sendiri. Maka kita harus menjaga distribusi dari daerah lain,” imbuh Kanafi.

Salah satu langkah yang bakal diambil adalah kerja sama dengan daerah lain. Ia mencontohkan Kabupaten Banjar sebagai daerah penghasil beras premium.

“Kita harus kerja sama dengan mereka. Apakah dalam bentuk subsidi pembiayaan produksi. Tapi sebaiknya subsidi produksi ini ada di tempat kita,” lugas Kanafi.

Sementara itu, solusi untuk menanggulangi inflasi sudah diambil oleh Pemko Banjarbaru. Contohnya, program pertanian perkotaan (urban farming) yang saat ini telah berjalan, serta program RT Mandiri.

“Sebenarnya ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi inflasi. Dengan cara menyediakan bahan-bahan yang murah oleh masyarakat kita sendiri dan dijual di sekitar dengan harga yang murah,” jelas Kanafi.

“Kalau bagi Banjarbaru, pertumbuhan ekonomi (tahun 2022) yang sangat tinggi sebesar 7,93 persen dan (angka) inflasi tersebut, sebenarnya masih terkendali. Makanya gejolaknya tidak terlalu besar,” tandasnya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006

Member JMSI

Network

LAINNYA