iklan di pojokbanua

Imunisasi Polio di Banjarbaru Sempat Anjlok, Warga tak Cemas Efek Sampingnya

waktu baca 2 menit
Minggu, 27 Nov 2022 08:19 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Setelah dua tahun sejak pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menggencarkan imunisasi polio bagi balita di Banjarbaru.

Ahli Epidemiologi Dinkes Banjarbaru, Edi Samparna mengaku, salah satu penyebab menurunnya angka imunisasi polio adalah jam pelayanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang dibatasi. Alhasil, berakibat pada ketakutan warga untuk datang ke puskesmas.

Berdasarkan data, tahun 2019 capaian imunisasi polio pertama mencapai 96,7 persen. Namun, di tahun 2020 menurun menjadi 90,4 persen dan tahun 2022 anjlok di angka 80,6 persen. Tentunya, capaian imunisasi polio di bawah 95 persen berisiko

Ahli Epidemiologi Dinkes Banjarbaru, Edi Samparna. (Foto: Fikri Noor/pojokbanua.com)

Ilustrasi imunisasi polio balita. (Foto: safebee)

akan terjadinya kasus polio.

Edi memaparkan, gencaran ini karena adanya temuan kasus luar biasa (KLB) polio di Kabupaten Pidie, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang diduga menyerang anak umur 3 tahun. Menjadi alarm bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kembali menggencarkan imunisasi polio, tak terkecuali di Banjarbaru.

“Kita sekarang waspada. Jangan sampai di Banjarbaru ada kasus dan merebak,” ujarnya kepada pojokbanua.com, Sabtu (26/11/2022).

Kata dia, pihaknya kini kembali menggencarkan penyuluhan imunisasi polio pada beberapa puskesmas di Banjarbaru. Dengan harapan, semakin banyak warga khususnya balita mendapatkan imunisasi polio.

Serta, meningkatkan deteksi dini pada anak usia 15 tahun ke bawah, jika tak tumbuh kembang. “Seperti kakinya layu. Itu diperiksa tinjanya, karena mungkin diduga polio. Serta, laporkan ke petugas kesehatan untuk diperiksa,” lanjutnya.

Di sisi lain, ia membenarkan ada efek samping dari imunisasi polio. Terutama, imunisasi polio dengan menggunakan injeksi. “Paling kaki terasa sakit dan balita jadi rewel,” sambungnya.

Sementara itu, Evi selaku warga Banjarbaru mengaku tidak begitu cemas dengan efek samping dari imunisasi polio. Dirinya memiliki tiga anak, salah satunya merupakan balita dan semua sudah mendapatkan imunisasi polio.

“Anak saya umur 3 bulan, baru sampai imunisasi polio kedua. Saya tetap yakin memberikan imunisasi polio bagi anak saya,” singkatnya. (FN/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005

Member JMSI

Network

LAINNYA