iklan di pojokbanua

Hujan-hujanan! Ilustrasikan Kekecewan pada Wakil Rakyat, KGKH Banjarbaru Gelar Aksi Pasar Gratis

waktu baca 3 menit
Minggu, 29 Agu 2021 21:21 0 Hasanuddin

POJOKBANUA, BANJARBARU – Komunitas Gerakan Kaos Hitam (KGKH) Banjarbaru menggelar aksi pasar gratis di Depan Kantor DPRD, Ahad (29/8/2021) sore tadi.

IMG-20240616-WA0002

Aksi pasar gratis ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap wakil rakyat Banjarbaru yang mereka anggap keliru dalam memainkan perannya di tengah pandemi.

Meski hujan-hujanan, para pemuda yang tergabung dalam KGKH Banjarbaru dan Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel itu tetap bersemangat melakukan aksinya.

Ketua KGKH Banjarbaru, Wira S Wibawa mengatakan, selain sebagai bentuk kekecewaan, kegiatan itu juga untuk mengkritisi terkait adanya PPKM yang kini membuat masyarakat menjerit, serta memprotes kekuasaan yang merugikan warga.

“Selain beberapa alasan tadi, aksi ini juga untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Banjarbaru bahkan Kalsel,” ujarnya.

Dijelaskan Wira, kegagalan DPRD dengan melakukan kegiatan tanpa bantuan anggaran APBD maupun Bansos.

“Ini dari hati, bentuk ungkapan kami karena kegagalan wakil kami yang duduk di sana,” ketusnya sembari menunjuk Kantor DPRD Banjarbaru.

Wira berharap kegiatan ini dapat menjadi estimasi dan penyampaian aspirasi dari masyarakat untuk para pemimpin agar tidak hanya menunggu dari wakil rakyat.

“Teruntuk pemimpin, jangan hanya menunggu dari wakil rakyat kami, tapi kita mampu melaksanakan kegiatan tanpa bantuan dari APBD, ini menjadi sebuah pecut kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus berbuat baik di sekitar kita,” tandasnya.

Sementara, Ketua SPI Kalsel, Dwi P Kurniawan mengatakan, hari ini pihaknya bersama KGKH mengelar pasar gratis untuk saling membantu antar masyarakat.

“Rakyat bantu rakyat, wakil rakyat tutup usaha rakyat,” bebernya.

Itu merupakan slogan yang pihaknya usung dalam situasi PPKM level 4 di Kota Idaman sekarang ini. Kata dia, masyarakat kini semakin sulit untuk memenuhi ekonomi sehari-hari karena kebijakan ini.

“Pemerintah dan DPR nyatanya tidak membantu, malah membatasi aktivitas ekonomi di masyarakat. Oleh sebab itu kami menggelar aksi ini untuk membantu rakyat, supaya tidak ada lagi peraturan yang membuat masyarakat tambah miskin,” cetus dia.

Seharusnya, Dwi menuturkan, para wakil rakyat bisa melihat dan berpikir bagaimana keadaan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Namun sayangnya, mereka (wakil rakyat) malah membantu menjadi bagian dari pemerintah melegalisasi peraturan dan ikut serta menutup usaha rakyat. Kami yang sedang berjuang memulihkan ekonomi mandiri (tanpa bantuan pemerintah) menolak dimainkan oleh peraturan,” tegasnya.

Selain itu, ujar Dwi, SPI Kalsel telah melempar surat melalui email ke DPRD Banjarbaru sebanyak dua kali terhitung dari tanggal 24 Agustus dengan nomor surat 025/B/KW/DPW-SPIKalsel/VIII/2021 dan yang kedua tanggal 27 Agustus dengan nomor surat 026/B/KW/DPW-SPIkalsel/VIII/2021.

Surat yang dilayangkan tersebut bertujuan mengajak audiensi kepada DPRD Banjarbaru.

“Tapi hingga sekarang pihak DPRD tak merespons surat yang kami kirimkan,” tuntasnya.

Dalam aksi tersebut, komunitas kaos hitam dan SPI Kalsel membagikan sembako, pakaian layak pakai, alat kesehatan, bibit tanaman, buku serta periksa kesehatan gratis. (SB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA