Guru dan Pemuda di HST Diminta Aktif Pengurangan Sampah Plastik

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Nov 2023 18:14 0 376 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Puluhan guru penggerak dan pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali mendapatkan edukasi terkait HST No Plastik di Aula Bappelitbangda HST, Senin (20/11/2023).

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Muhammad Yani. Program ini merupakan upaya dari Pemkab HST dalam rangka melakukan pengurangan sampah plastik di wilayahnya.

Dalam upaya edukasi ini, pihaknya menggandeng Mudfish No Plastic yang merupakan yayasan dari Bali dan sudah menjalin kerja sama dengan Pemkab HST selama dua tahun.

“Kita harapkan para peserta ini dapat aktif melakukan melakukan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungannya masing-masing,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), Mursyidi melalui Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan, Haikal.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

Dalam pekan ini, edukasi HST No Plastik ini akan dimasifkan ke beberapa sasaran. Mulai dari guru dan pemuda, mahasiswa, para santri di pondok pesantren (ponpes), hingga masyarakat di kaki Pegunungan Meratus, Desa Hinas Kiri.

“Untuk peserta hari ini terdiri dari 50 guru penggerak dan 40 pemuda dari purna Paskibra HST,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta guru, Nurhidayah mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat sekali baginya. Mengingat, terkait sampah ini selalu menjadi permasalahan di berbagai tempat, termasuk di sekolah.

Lewat kegiatan ini, kata Nurhidayah, dapat mendorong sekolah agar bisa mengelola sampahnya sendiri dan mengurangi penggunaan sampah plastik, bahkan berupaya menyetop penggunaan sampah plastik di lingkungan sekolah.

“Ke depan akan kita komunikasikan ke guru, warga sekolah, termasuk yang berjualan di lingkungan sekolah untuk sama-sama melakukan pengurangan sampah plastik,” beber guru yang juga menjabat Plt. Kepala SDN 1 Barabai Timur.

Ia mengakui, untuk di lingkungan sekolah sumber sampah plastik utama ada di kantin. Untuk itu, ia akan berupaya mendorong para pedagang tersebut menggunakan layanan yang lebih ramah lingkungan.

Co-Founder Mudfish No Plastic, Mora Prima Siregar menyampaikan, pihaknya bersama tim memberikan materi terkait kondisi sampah di Indonesia saat ini dan upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik.

“Dalam kelas ini kita berupaya memotivasi mereka untuk no plastic alias tidak menggunakan plastik dan mencegah polusi plastik,” jelasnya.

Kelas tersebut dikemasnya dengan penyampaian materi, bernyanyi dan menari, serta permainan-permainan ringan guna menghidupkan suasana kelas dan memudahkan mencerna materi.

“Kita juga turut membagikan tumbler Mudfish dan pembalut kain guna memotivasi pengurangan sampah sekali pakai,” tutupnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006

Member JMSI

Network

LAINNYA