iklan di pojokbanua

Gempa Kalsel Diprediksi Kembali Terjadi, Peningkatan Mitigasi Bencana Harus Dilakukan

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Feb 2024 09:49 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Gempa bumi akibat patahan Meratus yang terjadi 13 Februari 2024 lalu di Kalimantan Selatan (Kalsel) terjadi di beberapa desa pada lima kecamatan.

IMG-20240616-WA0002

Di antaranya Kecamatan Binuang dan Hatungun di Kabupaten Tapin dan Kecamatan Sambung Makmur, Simpang Empat dan Telaga Bauntung di Kabupaten Banjar. Ini disebut Gempa Bumi Tapin Banjar.

Hal tersebut disampaikan Ahli Geologi, Dr Supartoyo ST., MT dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Rabu (28/2/2024) kemarin.

Katanya, gempa bumi dengan magnitudo 4,7 kedalaman 10 kilometer tersebut banyak menyebabkan kerusakan terutama di tiga kecamatan Kabupaten Banjar dengan skala MMI (Modified Mercally Intensity) dari empat hingga lima MMI. Namun, untungnya tidak menimbulkan korban jiwa.

“Sebenarnya yang menyebabkan korban jiwa bukan karena gempanya, akan tetapi korban tertimpa bangunan yang jatuh,” ujarnya.

Menurutnya, diperlukan peningkatan mitigasi bencana oleh pemerintah dan penduduk setempat. Sebab, wilayah yang pernah terjadi gempa bumi suatu saat peristiwa serupa dipastikan akan kembali terjadi, hanya saja tidak bisa diprediksi kapan waktunya.

“Ini harus dipublikasikan ke masyarakat, wajib. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi mengedukasi masyarakat agar selalu siap dengan mitigasi bencana yang harus disosialisasikan oleh pemerintah. Kalau perlu ada muatan lokal di bidang pendidikan, untuk memberi pengetahuan apa yang harus dilakukan siswa jika gempa terjadi,” jelasnya.

Adapun, gempa di Kabupaten Banjar belum lama tadi merupakan yang kedua kalinya. Pertama, terjadi sekitar 55 tahun silam. Hal itu diketahui dari hasil observasi dengan beberapa warga atau saksi hidup yang pernah mengalaminya.

“Mitigasi bencana harus dilakukan. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah akan tetapi semua pihak, masyarakat, dunia pendidikan dan dunia usaha. Seperti Yogyakarta salah satu provinsi terbaik mitigasi bencananya. Mereka punya sekolah tangguh bencana, desa tangguh bencana,” terangnya.

Dia mengaku, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh timnya saat observasi yakni minim data, cuaca hujan, serta sulitnya medan yang dilalui. “Data yang terdampak cuma ada di BPBD Banjar. Kalau provinsi dan Tapin tidak ada,” sambungnya.

Sementara itu, terkait laporan rekomendasi teknis hasil observasi terhadap lima kecamatan sendiri akan diserahkan kepada pemerintah daerah setelah selesai mengolah data dalam beberapa pekan ke depan. (rls/WF/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA