iklan di pojokbanua

Gagal! Penyeludupan Ribuan Burung Kalimantan, 2 Terduga Pelaku Sidang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Sep 2022 15:19 0 Nanang Apidae

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Penyeludupan 1.300 ekor burung berbagai jenis asal Kalimantan gagal dikirim secara ilegal ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Pengiriman dilakukan oleh kedua terduga pelaku berinisial AF dan AI pada tanggal 15 Juni 2022. Alhasil, mereka menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Jumat (2/9/2022) kemarin.

Kuasa Hukum Pelaku, Humayni menyampaikan, pihaknya memberi pendampingan terhadap perkara yang dihadapi kedua terdakwa berkaitan tindak pidana bidang Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) dan Ekosistem.

“Perkaranya berupa menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a Juncto Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP,” papar anggota Peradi Martapura dan Banjarbaru itu.

Kata dia, peran dari terdakwa AI sebagai pihak yang diperintahkan oleh pemilik burung beo atau toing emas, burung jalak kebo, burung cica daun besar, burung kapas tembak, burung mural, burung tledekan, burung kacer, burung pleci, burung serindit melayu, burung gelatik jawa, burung manyar dan burung lincang.

“Agenda sidang pada hari ini adalah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa AI dan AF,” bebernya.

Perwira Pelaksana Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, Mayor Laut (S) Jagar Verno Jhodi Hutagaol mengatakan, pengungkapan ini berdasarkan informasi akurat Tim Intelijen Lanal Banjarmasin yang sebelumnya melaksanakan penyelidikan di lokasi.

Petugas mendeteksi, adanya modus pelaku penyelundupan yang bergerak tengah malam menjelang dini hari menuju pantai menggunakan kapal kayu atau klotok.

Bermula, pada 15 Juni 2022 sekitar pukul 02.00 Wita dikawal oleh AI yang diperintahkan oleh pemilik burung yang disopiri terdakwa AF.

Burung tersebut dibawa dari Banjarmasin menuju Desa Tanjung Dewa, Batakan Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk dipindah ke kapal nelayan dengan tujuan Pulau Madura untuk keperluan dijual.

Diketahui, agenda sidang pekan depan dari Majelis Hakim memberi kesempatan kepada Penasehat Hukum Terdakwa untuk mengajukan eksepsi. Lalu, agenda selanjutnya jika tidak ada eksepsi maka langsung pemeriksaan saksi-saksi. (NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA