iklan di pojokbanua

Duh, Tungro Serang Belasan Hektare Padi di Tanah Laut

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Mei 2022 06:53 0 Yawafie

POJOKBANUA, TANAH LAUT – Tungro, salah satu Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman padi. Belakangan ini, menyerang sekitar 15 hektare persawahan di Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala bergerak cepat mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Mufakat dari desa tersebut, guna penanganan terhadap penyakit tungro dengan melaksanakan Kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Padi, Kamis (19/5/2022).

Sebelumnya, upaya pendampingan telah dilakukan dengan menyerahkan bantuan berupa insektida greeta melalui Balai Penyuluhan pertanian (BPP), Kecamatan Kurau yang kemudian didistribusikan kepada poktan setempat. Selain itu, insektisida jenis lugen juga telah diserahkan oleh Koordinator Petugas Pengendali OPT (POPT) Tala, Joko Warsito.

Joko menjelaskan, tentang teknis penyemprotan yang menggunakan insektisida supaya tepat dosis dan sasaran.

“Pengendalian langsung dilakukan melalui penyemprotan insektisida yang dikoordinasi petugas POPT dan melibatkan kalangan petani setempat,” ujarnya.

Pengurus Poktan Mufakat, Danto mengaku sangat terbantu. Menurutnya, insektisida tersebut sangat bermanfaat untuk mengatasi serangan tungro.

“Kami sangat berterima kasih kepada Distanhorbun Tala yang sangat peduli memberikan insektisida, serta memberi pelatihan cara penyemprotan,” sebutnya.

Tungro termasuk penyakit yang menjadi permasalahan dalam usaha peningkatan produksi padi. Penyakit ini disebabkan dua jenis virus (Rice Tungro Spherical Virus/RTSV dan Rice Tungro Bacilliform Virus/RTBV) yang ditularkan oleh wereng hijau (Nephotettix virescens) hingga menyebabkan kehilangan hasil padi.

Gejala utamanya, terlihat pada perubahan warna daun pada daun muda berwarna kuning orange mulai dari ujung daun. Daun muda agak menggulung, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil dan pertumbuhan terhambat. Gejala ini biasanya tersebar mengelompok pada areal tanaman padi, sehingga hamparan tanaman padi terlihat bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman antara yang sehat dan sakit. (Diskominfotala/NR/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA