iklan di pojokbanua

DPRD Banjarbaru Rekomendasi Waktu Delapan Bulan untuk Peternak Babi, Begini Respons Satpol PP

waktu baca 3 menit
Rabu, 5 Jun 2024 14:21 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Rekomendasi DPRD Banjarbaru agar peternak babi diberi waktu delapan bulan untuk pindah dari tempat yang ada di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, direspons oleh Satpol PP Banjarbaru.

IMG-20240616-WA0002

Kepala Satpol PP Banjarbaru, Hidayaturahman mengatakan, rekomendasi DPRD Banjarbaru telah disampaikan jajarannya kepada pimpinan, dalam hal ini Wali Kota Banjarbaru. Adapun terkait keputusan, jajarannya masih menunggu dari Wali Kota Banjarbaru.

“Kami sampaikan ke pimpinan, dalam hal ini Wali Kota (terkait) batas waktu yang dimintakan. Bagaimana nanti keputusannya itu, kita tunggu dari arahan Wali Kota,” ujarnya kepada awak media di kantornya, Rabu (5/6/2024) siang.

Pejabat yang akrab disapa Dayat ini menerangkan, peternak babi diberi waktu tiga bulan untuk pindah dari lokasi yang ada di dekat Kampus UIN Antasari. Namun, tidak menutup kemungkinan, toleransi waktu yang diberikan dapat berubah.

“Segala kemungkinan bisa terjadi, mungkin berubah atau tetap. Tentu pimpinan punya pertimbangan-pertimbangan, kita tunggu saja,” imbuhnya.

Jika penertiban kandang babi tetap sesuai jadwal, Dayat memastikan jajarannya akan melaksanakan penertiban sesuai yang direncanakan. Begitu pula jika terjadi perubahan jadwal penertiban.

“Maka kita menyesuaikan dengan rencana itu,” cetusnya.

Lalu, bagaimana jika ada perubahan jadwal penertiban kandang babi? Dayat menyebut akan menyampaikan apapun keputusan dari Wali Kota kepada para peternak babi.

“Kita akan sampaikan, apapun keputusan pimpinan akan kita sampaikan ke mereka (peternak babi, red),” singkatnya.

Seperti diketahui, dalam audiensi dengan peternak babi di Ruang Yakut Baru DPRD Banjarbaru pada Selasa (4/6/2024) siang, DPRD Banjarbaru merekomendasikan kepada Pemko Banjarbaru untuk memberikan waktu delapan bulan bagi peternak babi untuk pindah.

“Komisi I dan III ini merekomendasikan kepada Pemko agar diberikan waktu delapan bulan untuk mereka semua (peternak babi, red) melakukan relokasi ternaknya, berdasarkan argumen nasional dari peserta rapat yang kita mintai pendapat satu per satu. Di mana mayoritas memberikan arugmen rasional selama delapan bulan,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ir. Takyin Baskoro.

Argumen rasional yang dimaksud politikus Partai Nasdem, karena relokasi ternak perlu proses. Seperti proses penjualan ternak babi yang ada, mencari lahan baru, biaya pembongkaran disertai pembangunan kandang baru dan mengurus perizinan baru di tempat yang baru.

Baskoro menyebut, waktu tiga bulan yang diberikan Satpol PP Banjarbaru tidak cukup dan dinilai membebani peternak. Ia memastikan, jajaran Komisi I mengawal proses ini, jika Pemko Banjarbaru bersikeras tetap hanya memberikan waktu tiga bulan bagi peternak untuk angkat kaki.

“Komisi I (akan) melanjutkan fasilitasi dan membuka sesi rapat yang baru untuk mendampingi mereka (peternak babi, red) agar betul-betul bisa pindah dengan sebaik-baiknya. Karena mereka sudah memiliki itikad baik, tidak menolak relokasi (itu) perlu diberi satu penghormatan,” tutupnya. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA