iklan di pojokbanua

DPRD Banjarbaru Blak-blakan Ungkap Keluhan Masyarakat selama PPKM

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Sep 2021 19:32 0 Hasanuddin

POJOKBANUA, BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru mendorong agar Pemerintah Kota (Pemko) untuk memperhatikan nasib para pelaku usaha di tengah PPKM yang kini kembali diperpanjang hingga 4 Oktober 2021.

Dalam kesempatan ini, seluruh keluhan dan aspirasi masyarakat diungkap secara blak-blakan saat rapat.

“Hasil evaluasi terkait perpanjangan PPKM yang sudah beberapa kali diperpanjang dan hampir dua bulan sudah diterapkan. Kami tidak memperhatikan soal kesehatannya saja, juga terkait dampak ekonominya,” ujar Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah.

Dijelaskannya, selama PPKM level 4 di Banjarbaru pihaknya banyak mendapat keluhan dan aspirasi dari masyarakat dan pelaku usaha kuliner, restoran, hotel serta usaha rekreasi.

“Selama ini aspirasi mereka kami tampung, hari ini kami lakukan pertemuan dan rapat dengan Dinas Perdagangan, Dispora dan Satpol PP,” ungkapnya.

Kata dia, pihaknya menyampaikan semua keluhan dan aspirasi masyarakat, sehingga dalam pelaksanaannya bisa dijalankan secara bijaksana.

“Pelaksaan PPKM level 4, ke depan para pelaku usaha bisa diberikan dispensasi dan kelonggaran. Mengingat kasus Covid-19 yang menurun drastis di Banjarbaru,” tuturnya.

Ia berharap pihak terkait, dinas, forkopimda dan wali kota melihat dampak ekonomi yang terjadi agar ada keringanan dan kelonggaran jam operasional pada tempat usaha.

“Semoga, aspirasi masyarakat dan pelaku usaha yang disampaikan ini bisa didengar dan mendorong kebijakan pemulihan ekonomi oleh Pemko Banjarbaru,” paparnya.

Senada dengan Fadli, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Banjarbaru, Emi Lasari menyebut, para dinas terkait dalam pelaksanaannya harus menggunakan pola yang lebih humanis. Jangan sampai mengganggu. Bukan hanya pelaku usaha tapi juga pengunjung.

“Memasuki PPKM level 4 jilid kelima ini banyak pelaku usaha yang gulung tikar. Oleh sebab itu, perlu ada evaluasi terkait jam operasional. Berikan kelonggaran sampai pukul 22.00 Wita,” cetusnya.

Menurut Emi, karena pertimbangannya banyak pelaku usaha kafe dan rumah makan serta restoran yang biasanya baru buka sore sehingga dampak ekonominya tidak meluas.

“Aspirasi para pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru meminta bisa dibebaskan retribusinya, karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru,” bebernya.

Setidaknya, Disperindag memberikan keringanan pembebasan retribusi ini sampai akhir tahun 2021. Serta, bisa disampaikan informasi kebijakan kepada para pedagang nantinya, agar bisa dipahami menyeluruh. (SB/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA