iklan di pojokbanua

DPR: Pilih Pemimpin dan Wakil Rakyat Bukan karena Uang tapi Prestasinya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Des 2022 20:56 0 Nanang Apidae

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Anggota Komisi II DPR RI, Rifqi Karsayuda meminta, agar masyarakat dapat pilih pemimpin dan wakil rakyat 2024 mendatang bukan karena uang melainkan prestasinya.

IMG-20240616-WA0002

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemilu di Banjarmasin, Sabtu (3/12/2022).

Dari hasil lembaga survey membuktikan bahwa Pileg 2019 itu alasan orang memilih yakni money politic atau politik uang dengan persentase 72 persen.

“Persepsi money politik ini harus kita benahi bersama. Tidak semua orang yang memilih money politic dan persoalan money politic atau serangan fajar adalah masalah klasik di publik yang ke depan harus diminimalisir,” ujarnya kepada awak media.

Dia bilang, banyak orang yang memiliki segudang prestasi takut masuk politik karena dikalahkan orang-orang yang memiliki uang.

“Tokoh masyarakat, aktivis, wartawan takut kalah bertarung sebelum terjun ke politik. Ini yang kita sebut bala kepemimpinan, kita belum menemukan pemimpin yang sesungguhnya,” jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan, agar partisipasi pengawasan publik itu semakin baik di Pemilu 2024 nanti. Termasuk, pengetahuan dan kepekaan partisipan terhadap tahapan pemilu semakin baik.

“Kita akan mempertaruhkan Pemilu 2024 nanti, bukan hanya memberikan anggaran yang besar tapi juga hasilnya yang bagus. Karena itu pengawasan publik menjadi kata kunci,” ungkapnya.

Pasalnya, pejabat lembaga pengawas pemilu maupun penegak hukum meminta masyarakat agar melaporkan jika menemukan tindak pidana politik uang.

“Namun fakta di lapangan, hal tersebut tidak mudah dilakukan bagi masyarakat. Undang-undang Pemilu sudah menegaskan pemberi dan penerima uang suap politik keduanya dapat dipidana,” terangnya.

Menurutnya, jika kita masih senang dengan praktik politik uang, maka sistem dibenahi sebagus mungkin oleh Bawaslu, tetap tidak dapat merubah semuanya.

“Seperti apapun kita membuat undang-undang dan peraturan bawaslu, tidak bisa kita benahi. Karena ini sudah keinginan publik,” bebernya.

Sementara itu, Anggota awaslu RI, Alif Sudewo menyampaikan, politik uang sangat sulit dihilangkan tapi setidaknya bisa dikurangi.

“Tidak memilih pemimpin yang menggunakan politik uang, bagaimana bisa memimpin rakyatnya. Jika dimulai dengan perbuatan yang tidak baik,” katanya.

Diriny meminta, masyakat bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2024, baik dari administrasi, kampanye hingga pencoblosan.

“Jika kita melihat pelanggaran saat pemilu mendatang, segera laporkan. Jangan takut untuk melaporkan bila ada kecurangan,” tambahnya. (NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA