Dongkrak Nilai Tambah Produk, PKK Desa Puncak Harapan Diajarkan Kemas dan Pelabelan Produk

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Sep 2022 12:49 0 291 Pojok Banua

POJOKBANUA, RANTAU – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Sebagaimana diketahui bersama, PKK adalah gerakan yang muncul dan tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai penggeraknya. Tujuannya adalah untuk membangun keluarga sejahtera sebagai unit atau kelompok terkecil dalam masyarakat.

Pada PKK Desa Puncak Harapan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin Salah misalnya. Mereka memiliki produk minuman kesehatan sereh jahe.

Namun demikian, produk minuman tersebut belum diberi label dan dikemas dengan baik, sehingga belum layak dipasarkan. Melalui program kegiatan dosen wajib mengabdi, tim pengabdian dari Program Studi Biologi FMIPA ULM memberikan pelatihan perbaikan kemasan dan label.

Ketua tim pengabdian, Gunawan mengatakan, permasalahan kemasan ini disebabkan oleh ketidakmampuan untuk mendesain serta terbatasnya wawasan pengetahuan tentang kemasan. “Kemasan merupakan hal terpenting dalam sebuah produk. Produk yang dikemas secara sederhana akan mengakibatkan produk tersebut akan tertinggal dan bertahan di pasar tradisional. Produk yang dikemas secara menarik dan inovatif akan mempunyai mempunyai nilai tambah sebuah produk,” ujarnya.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

Usaha pembuatan minuman kesehatan berbahan dasar herbal memiliki prospek yang baik ke depannya, mengingat masyarakat saat ini memiliki slogan back to nature. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha untuk mengatasi permasalahan pada usaha tersebut, dalam rangka memberikan akselarasi usaha pembuatan minumam yang lebih maju dan lebih menguntungkan dan tetap menjadi produk unggulan daerah.

Mengingat pentingnya kemasan dan label, maka pemberian edukasi terkait pentingnya pengemasan produk dan pengaruhnya dalam berbagai aspek, serta bahwa pengemasan setidaknya menacakup lima hal, yaitu ukuran, bahan material, warna kemasan, pemilihan teks dan merek menjadi sangat penting.

“Penggunaan botol plastik transparan sekali pakai, yang praktis sehingga mitra tidak perlu lagi untuk menuangkan minuman sereh jahe dari botol besar ke dalam gelas satu persatu setiap kali ada pembeli. Namun dengan pengemasan dalam botol plastik sekali pakai, mitra tinggal memberikan kepada pembeli yang telah dikemasnya. Penggunaan botol ini menjadi lebih praktis dari sisi penyajiannya dan dapat menampilkan isi dan kemanfaatan jamu yang disajikan,” ujarnya.

Pemberian merek pun dilakukan yaitu “NATURAL”. Merek ini dimaksudkan agar produk mitra lebih mudah dikenal dan lebih akrab di masyarakat. Pemberian merek juga meningkatkan kesan dan minat calon pembeli. Kebanyakan pelaku UMKM kurang memperhatikan aspek merek pada usaha mereka. Akibatnya daya saing dan pemasaran menjadi tidak maksimal.

“Padahal dari sisi konsumen, mereka adalah sebagai identifikasi, yaitu bahwa dengan adanya merek produk dapat dilihat dengan jelas; memberikan makna bagi produk; mudah mengidentifikasi produk yang dibutuhkan atau dicari,” ujarnya.

Gunawan menambahkan bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh dosen FMIPA ULM merupakan bentuk atensi akademisi untuk membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat, sedangkan untuk institusi Universitas Lambung Mangkurat adalah terjalinnya hubungan baik melalui Take and Give kepada masyarakat, khususnya pengrajin ilung melalui program pengabdian pada masyarakat. (PB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA