iklan di pojokbanua

Diduga Warung Remang di Banjarbaru Semakin Menjamur, Penjaga: Kami Cuma Cari Makan

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Agu 2021 17:38 0 Musa Bastara

POJOKBANUA, BANJARBARU – Diduga warung remang yang berada di sepanjang Jalan Trikora, dekat perempatan pergudangan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Liang Anggang kini semakin menjamur dan ramai pengunjung.

Berdasarkan investigasi, warung ini jika di siang hari terlihat belum ramai. Namun, saat malam hari kelap-kelip lampu dan dendang dangdut pada speaker besar menjadi ciri khas sekujur jalan itu.

Keberadaannya yang menjamur di sepanjang jalan itu, kerap menjadi persinggahan para supir truk yang rehat untuk sekedar makan minum, atau hanya hiburan semata. Segala jenis jajanan yang umum ditemui di warung biasanya tersedia di sana. Bedanya, harganya yang terbilang cukup mahal.

Seorang wanita dengan kaos polos dengan celana pendek di atas paha, terlihat berbaring di depan warung sembari memainkan handphonenya. Rautnya wajahnya berubah seketika, saat Jurnalis pojokbanua.com memarkir sepeda motor di depan warung. Ia segera bangkit dan lekas memberi seulas senyuman genit.

Asni (bukan nama sebenarnya), salah satu penjaga warung dari empat penjaga lainnya di warung tersebut langsung membikinkan kopi dan mengambil kursi serta duduk menghadapi pengunjung. Suaranya halus manja, seolah ia bersiap menampilkan kemampuannya perihal menggoda pria.

“Mas darimana?” begitu kata Asni saat memulai percakapan.

Seiring berjalannya waktu, ia membeberkan, jika masih ramai pengunjung, biasanya warung dibuka sampai dini hari bahkan pagi hari.

Asni mengaku, dirinya sudah empat bulan bekerja di sana menjaga warung secara bergantian bersama 4 penjaga lainnya.

“Kadang, kami mendapat lebihan dari pengunjung saat menemani karaoke atau ngobrol biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, penjaga warung lainnya, Sirah (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan, dirinya berencana akan menambah pekerja. Dengan kriteria, wanita di segala usia diutamakan masih segar, berpenampilan menarik dan lihai melayani pengunjung.

Sebab, tak jarang mereka terlihat seperti menggoda dengan panggilan “sayang” atau bahkan “suami”.

“Jika (penjaga warung) mendapat banyak pengunjung, biasa akan digaji Rp 50 ribu, sedangkan bila kurang ramai bagaimana kami (pemilik warung) bisa menggaji Rp 50 ribu. Sedangkan pendapatannya kurang dari angka itu,” ungkap Sirah.

“Tapi saat menemani, biasa mendapat uang tambahan. Itu hak mereka, kami tidak boleh mengambil,” tambahnya.

Kata dia, penjaga warung tersebut dilarang untuk diajak berpergian jauh, kecuali sekedar untuk diajak makan. “Bisa saja mereka dibawa ke semak-semak untuk berbuat mesum dan kemudian dibunuh,” cetusnya.

Hiburan yang tak kalah meriah adalah speaker besar lengkap dengan microphone. Pengunjung bisa menggunakannya dengan membayar Rp 10 ribu untuk 3 buah lagu. Sedangkan untuk segelas kopi ukuran cangkir kecil, dibanderol dengan harga Rp 10 ribu.

Salah satu pelanggan yang pernah berkunjung bahkan pernah membayar hingga Rp 100 ribu, hanya untuk kopi dan sepiring mie. “Kopi 50 ribu dan mie 50 ribu. Kalo ngamar bahaya,” ucapnya.

“Kami cuma cari makan di sini. Lagipula jika pelanggan baru, kami melarang mereka mengonsumsi minuman keras (miras). Cuma untuk orang-orang sini atau sudah kenal lama, diam-diam saja,” bebernya.

Diketahui, menjamurnya diduga warung remang ini setelah ditutupnya eks lokalisasi Pembatuan. Meski warung tersebut kerap dilakukan penertiban akan tetapi mereka masih membandel. (MS/PR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006

Member JMSI

Network

LAINNYA