iklan di pojokbanua

Diduga Serobot Tanah Warga, Anggota DPRD Kalsel Pertanyakan Kinerja PN Banjarbaru

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Des 2022 20:15 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Kasus dugaan sengketa tanah mulai marak terjadi di Banjarbaru. Kali ini dialami Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Agus Mulia Husin.

Agus yang memiliki tanah seluas 5 ribu meter persegi di kawasan Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, diduga menyerebot tanah milik warga sekitar.

Sengketa ini sendiri, diketahui sudah memasuki ranah hukum. Agus sendiri, telah menerima surat panggilan dari Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru yang ditujukkan kepada dirinya.

Dalam surat sidang perdata nomor 35/Pdt.G/2022 PN Bjb, Agus merupakan pihak tergugat, dengan penggugat atas nama Rusmawati.

Saat pemanggilan, Agus mengaku telah kooperatif, dengan memenuhi panggilan dari PN Banjarbaru. Namun, ada beberapa hal yang membuat proses persidangan ditunda.

“Saya sudah menghadiri sidang beberapa kali, namun gagal karena pihak penggugat tidak hadir dan tidak ada kejelasan. Jadi, harus ditunda beberapa kali oleh pihak pengadilan,” ujar Agus, Selasa (20/12/2022) siang.

Politisi PAN ini juga mempertanyakan pokok perkara permasalahan kali ini. Pasalnya, di tahun 2000 lalu, dirinya mengklaim telah membeli tanah secara sah dan legal dari pemilik tanah sebelumnya.

Menyikapi permasalahan ini, Agus mencoba melakukan konfirmasi kepada PN Banjarbaru, untuk menanyakan pokok perkara yang ada kepada Majelis Hakim. Sayangnya, sampai saat ini ia tak mendapat kejelasan terkait pokok perkara permasalahan tanah tersebut.

Agus sendiri, malah mendapati surat penetapan putusan perkara. Di mana dalam surat tersebut menyebutkan bahwa Penggugat telah memenangkan proses persidangan.

“Tiba-tiba saja saya malah dapat surat penetapan putusan. Penggugat diakui oleh pengadilan sebagai pemilik sah tanah tersebut,” beber Agus.

Agus juga menduga adanya kejanggalan dalam proses persidangan hingga penetapan putusan. Sebab, selama proses hukum berlangsung, Agus selalu memenuhi panggilan Pengadilan.

“Saat kami masih menunggu panggilan dan masih dalam masa upaya damai (mediasi) yang batas akhirnya tanggal 27 Desember 2022 mendatang. Kami malah menerima putusan jika gugatan yang kami terima dimenangkan oleh pihak penggugat. Ini yang masih kami coba gali dan konfirmasi ulang,” jelasnya.

Saat pemanggilan pokok perkara, Agus mengaku sama sekali tidak diberitahu atau dilibatkan. Hal ini tentunya berbeda, jika dibanding saat panggilan pertama oleh PN Banjarbaru.

Karena diduga mengambil tanah orang lain, Agus tak segan bakal menggandeng kuasa hukum dalam permasalahan ini. “Tadi pagi masih diskusi dengan pakar hukum, mau kita bawa kemana kasus ini,” tuntasnya.

Terpisah, Wakil Ketua PN Banjarbaru, Rachmat Dahlan mengklaim jika prosedur yang di jalankan PN Banjarbaru sudah sesuai. Baik dari pemanggilan hingga putusan pengadilan pada setiap perkara.

“Jika tergugat tidak terima dengan hasil keputusan, pihaknya bisa melanjutkan dengan upaya banding saja,” tuntasnya. (FN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA

Member JMSI

Network

LAINNYA