Desa Suka Ramah Miliki Perkebunan Cavendish Pertama di Kalsel

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jun 2022 22:10 0 293 Yawafie

POJOKBANUA, TANAH LAUT – Pisang Cavendish yang merupakan jenis pisang terkenal sebagai salah satu buah impor, nyatanya, kini terdapat perkebunannya yang menjadi satu-satunya di Kalimantan Selatan (Kalsel) tepatnya di Desa Suka Ramah, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Abdul Wahab (35), pemilik perkebunan Pisang Cavendish menceritakan bahwa tidak mudah mengembangkan jenis perkebunan ini karena masih dianggap asing bagi kebanyakan orang. Ia mengatakan mulai pengembangan pada 2020 yang lalu, namun karena berbagai kendala baru bisa melakukan produksi secara massal pada bulan Juni 2022 ini.

Pemuda pemilik empat lokasi perkebunan Pisang Cavendish ini pun, turut ambil bagian menjajakan hasil panen perdana pada acara Manunggal Tuntung Pandang (MTP) di Desa Suka Ramah, Jum’at (10/6/2022). Ia berharap momen MTP ini menjadi awal yang baik dalam memasarkan produknya. Apalagi pada kesempatan ini, dirinya mampu menunjukkan hasil jerih payah langsung dihadapan Bupati Tala dan jajaran.

“Saya berterimakasih, lapak saya sudah dikunjungi oleh jajaran Pemkab Tala. Kami berharap akan selalu mendapat dukungan, baik dari pemasaran hingga kemitraan dengan para petani, agar kita mencintai produk lokal,” ungkap pemuda yang bahkan memiliki satu lokasi perkebunannya di Desa Sabuhur Kecamatan Jorong.

Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)

Abdul Wahab mengaku awalnya memang mendatangkan bibit secara impor dari berbagai daerah dengan varietas berbeda. Lalu, berhasil menghasilkan buah dalam waktu tujuh bulan. Selanjutnya, Ia mencoba mengembangkan sendiri bibit yang dianggap paling bagus dan hasilnya ternyata lebih cepat berbuah dengan waktu lima bulan.

“Harapannya, Pisang Cavendish kami dapat mencukupi kebutuhan konsumsi daerah dan dapat mengenalkan ke banyak orang kalau Tala memiliki pisang premium yang lokal,” sambungnya.

Bupati Tala, H. M. Sukamta mengatakan pisang ini memiliki potensi berkembang bahkan hingga sampai menjadi produk jualan di ritel-ritel modern.

“Pisang ini jika sampai masuk ke ritel modern, pasti naik harganya. Keunggulannya, rasa manisnya asli karena masak di pohon. Pemerintah pasti akan mencarikan jalannya agar bisa menembus ke berbagai ritel modern,” ujar Sukamta.

Sukamta berpesan, agar dapat konsisten menyediakan kebutuhan pisang ini jika ada permintaan pasar nantinya. Menurutnya, pemerintah akan selalu siap menjembatani soal pemasaran. (Diskominfo Tala/NR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA