iklan di pojokbanua

Cerita Fadjroel Rachman, Tetap Menulis di Tengah Kesibukan sebagai Duta Besar

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Apr 2024 19:01 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan tentu menjadi tanggung jawab yang besar bagi Dr. M. Fadjroel Rachman. Apalagi, jabatan duta besar menjadi representasi suatu negara di negara lain.

DI tengah kesibukannya sebagai duta besar, Fadjroel sendiri masih tetap menulis. Dua buku karyanya, yakni ‘Indonesia Memilih Presiden’ dan ‘Catatan Bawah Tanah’ yang telah diperbarui, ditulis di Astana, Ibu Kota Kazakhstan, tempat di mana dirinya bertugas.

Lantas, bagaimana pria berdarah Banjar ini membagi waktu antara tugas sebagai duta besar dengan hobi menulis? “Saya sempatkan, kalau malam duduk di depan komputer (kemudian) saya mengetik,” ujarnya kepada sejumlah awak media di kawasan Mingguraya Banjarbaru, Jumat (12/4/2024) malam.

Sembari menjalankan tugas-tugas diplomatik di Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, Fadjroel juga tengah menyelesaikan satu buku antologi puisi, bertajuk ‘Labirin CInta’. Antologi ini ditulis olehnya, karena banyak mendapatkan inspirasi dari Jalaludin Bakhi dan pemikir-pemikir yang menulis pemikirannya dalam bentuk puisi.

Di samping itu, mantan Juru Bicara Presiden Joko Widodo ini menerangkan, ia memiliki sebuah buku catatan. Fungsinya, untuk mencatat jika ada satu kata, frase atau kalimat yang disukainya.

Tak hanya itu, ia juga mencatatkan pengalaman pribadinya di buku catatan itu, jika menemui orang yang menurutnya menarik. Kendati dicatat, Fadjroel sendiri belum tahu nantinya apakah catatan tersebut akan digunakan atau tidak.

“Kalau tidak menjadi puisi, novel, esai atau cerita perjalanan. Saya biasanya begitu,” imbuhnya.

Menurut pria kelahiran Banjarmasin, 60 tahun silam ini, tugas seorang penulis adalah mencari satu kata sebagai berlian. Diakuinya, hal tersebut sangat tidak mudah. Ia pun mengutip apa kata penyair asal Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri yang menyebut bahwa satu kata saja yang bagus sudah serasa mendapatkan permata.

“Saya tetap menulis. Sampai sekarang ada cadangan tiga tulisan yang sedang saya selesaikan,” pungkas pria murah senyum ini. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit

Member JMSI

Network

LAINNYA