iklan di pojokbanua

Cabut Larangan Ekspor CPO, Simak Pembahasan DPRD dan Pemkab Tala

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jun 2022 09:51 0 Yawafie

POJOKBANUA, TANAH LAUT – Sejak 23 Mei 2022 lalu, kebijakan pemerintah tentang larangan ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya resmi dicabut.

Dibukanya kembali keran ekspor ini ditanggapi oleh DPRD dan Dinas Pertanian Kabupaten Tapin mengunjungi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tanah Laut (Tala).

Kunjungan itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Tapin, H. Muchtar dan disambut oleh Kepala Distanhorbun Tala, M. Faried Widyatmoko di ruang kerjanya, Senin (20/6/2022).

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Tapin, Ikyani menyampaikan tujuan mereka mengkaji langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala dalam menyikapi pencabutan kebijakan ini.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana langkah Distanhobrun Tala menyikapi pencabutan larangan ekspor kelapa sawit, dan kecukupan CPO dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng,” kata Ikyani.

Ia mengapresiasi, Distanhorbun Tala karena dianggap mampu dan berhasil dalam pengembangan, baik kelapa sawit rakyat maupun perusahaan.

“Tala merupakan salah satu kabupaten yang berhasil, terkait pengembangan kelapa sawit dan memiliki banyak perusahaan sawit hingga pengolahnya. Semoga, setelah ini kami bisa menerapkan apa yang ada di Tala, terutama terkait masalah perusahaan yang belum menerapkan kewajiban 20 persen membangun total lahan plasma,” jelas Ikyani.

Sementara, Kepala Distanhorbun Tala, M. Faried Widyatmoko menyebut, Tala dengan luas kebun kelapa sawit kurang lebih 100 ribu hektare relatif mampu mencukupi kebutuhan CPO bagi pabrik kelapa sawit. Berharap dengan luasan tersebut, ke depan akan ada pabrik minyak goreng.

“Selama ini, CPO hasil kebun kelapa sawit di Tala juga dijual ke daerah luar seperti Tanah Bumbu hingga keluar Pulau Kalimantan. Semoga, ke depan ada yang berinvestasi membangun pabrik minyak goreng,” tuturnya.

Menurutnya, kunjungan ini selain berbagi ilmu dan pengalaman, juga sebagai pemacu bagi jajarannya terus mengembangkan perkebunan kelapa sawit hingga mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) berkualitas dan diperhitungkan.

“Kami menyambut baik kunjungan terkait pengembangan tanaman kelapa sawit ini, tentu ini juga menjadi tantangan kita terus semakin mengembangkan kelapa sawit,” pungkasnya. (Diskominfo Tala/NRNR/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA