harjad bjb idul ftr 1445 PB
harjad bjb idul ftr PB

Bikin Kail dari Limbah, Hobi Mancing Jadi Pintu Rezeki

waktu baca 2 menit
Minggu, 23 Jan 2022 10:49 0 128 muattha

POJOKBANUA, TANAH LAUT – Limbah adalah sampah bila sudah tidak dapat lagi diolah. Artinya, selagi limbah bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu, bisa jadi itu adalah awal dari hal baru. Padli (39), pemuda asal Desa Handil Birayang Bawah memiliki kisah tentang bagaimana Ia mampu mengubah limbah menjadi berkah.

Idul Fitri (1)
harjad bjb - m ikhsan
harjad bjb - gt manggis
harjad bjb - t baskoro
harjad bjb - rsd idaman
IMG-20240420-WA0002
IMG-20240420-WA0007

Sebagai salah satu desa di Kabupaten Tanah Laut dengan di kelilingi area persawahan, Desa Handil Birayang Bawah yang berada di Kecamatan Bumi Makmur ini menjadi salah satu spot pemancingan yang menarik. Luasnya area persawahan menjadi pilihan terbaik bagi para pemancing. Padli yang rutinitasnya bertani ini juga memiliki hobi memancing.

Seperti para pemancing pada umumnya, Padli tentu perlu mempersiapkan peralatan. Terkadang, Padli harus membeli peralatan karena rusak akibat pemakaian. Kondisi inilah yang menjadi alasan Padli memutuskan agar membuat sendiri.

“Kita ini kan hobinya mancing, sudah sering bila tali pancingan putus, harus beli kail baru. Tentu perlu dana bila kita beli. Lalu, saya mikir mengapa tidak mengolah sendiri saja. Dari situ lah awal mula membuat kail sendiri,” ucap Padli kepada pojokbanua.com Minggu (23/1/22).

Tidak berhenti disitu, Padli mulai mengisahkan sejak memutuskan mengolah kail sendiri, ternyata manfaat yang dirasakan jauh lebih besar bahkan datang dari hal yang tidak diduga.

“Jadi, saya kira waktu membuat itu hanya untuk keperluan pribadi saja. Tapi ternyata teman-teman mulai menaruh minat terhadap kail yang saya buat. Lama kelamaan banyak yang ikut pesan karena informasinya menyebar, bahkan dari luar daerah seperti Banjarmasin dan Binuang. Ternyata selain dapat ikan, juga bisa dapat uang,” lanjut Padli.

Hal inspiratif dari kisah Padli ini ternyata alat dan bahan yang digunakan berasal dari limbah.

“Bahan utama kail berasal dari kawat ban sepeda bekas. Sementara mesin rakitan untuk membantu pembuatan kail juga dari bahan bekas pakai seperti velg sepeda bekas dan mata gerinda bekas,” lanjutnya.

Meski sudah menggeluti kerajinan pembuatan kail ini sekitar 10 tahun, bukan berarti tidak ada kendala yang dihadapi oleh Padli.

“Jika pesanan banyak, terkadang satu hari bisa membuat 10 sampai 15 kail. Karena Ketersediaan bahan yang terbatas, saya tidak berani menerima banyak permintaan. Namun, saya tetap mencoba memproduksi kail setiap harinya meski dengan jumlah yang tidak banyak, “ucapnya.

Semangat dan kerja keras serta mampu memanfaatkan barang bekas menjadi cara lain bagi seorang Padli yang mampu mengukir kisah hidup dari sekedar hobi menjadi jalan mendatangkan rezeki. (MA/PR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
IMG-20221225-WA0006
TIPS AMANKAN DATA
1. Infografis sosmed 10 penyakit
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA