iklan di pojokbanua

Beri Pelatihan, Penggiat Lingkungan HST Ajak Warga Banua Jingah Mandiri Kelola Sampah

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Jun 2024 07:45 0 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Sejumlah penggiat lingkungan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memberikan pelatihan kepada warga Desa Banua Jingah, Kecamatan Barabai terkait pengelolaan sampah berbasis digital, Rabu (5/6/2024).

IMG-20240616-WA0002

Kegiatan bertajuk pengelolaan sampah berbasis digital itu digelar Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Banua Jingah untuk memberikan edukasi kepada segenap warga. Terlebih, bisa mendorong agar dapat mengelola sampah secara mandiri.

Salah satu pemateri dari Gaskah, Antung Nurussyamsiah menerangkan, pihaknya memberikan gambaran betapa urgentnya pengelolaan sampah saat ini, terlebih kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di HST sudah terbilang kelebihan kapasitas. Sehingga ia mengajak warga memulai memilah sampah rumah tangga, agar dapat mengurangi dampak buruk ke lingkungan sekitar dan memperpanjang umur TPA.

“Gaskah sendiri merupakan gerakan pengubah sampah menjadi sedekah. Kami hadir menjadi perantara bagi masyarakat yang ingin beramal melalui sedekah sampah,” ujarnya.

Duta Digital Kabupaten HST, Kahirunnisa menambahkan, pelatihan ini digelar memang dibutuhkan oleh masyarakat. Terlebih, HST memiliki satu-satunya Bank Sampah berbasis digital yang memang sudah lama aktif melakukan pemberdayaan.

“Melalui pelatihan yang diberikan kader digital di Desa Banua Jingah ini diharapkan masyarakat bisa teredukasi dan tergerak untuk dapat mengelola sampahnya dengan mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Pambakal Banua Jingah, Fahmi mengakui, pihaknya masih berupaya untuk mendorong masyarakat secara mandiri mengelola sampah, namun masih belum berjalan signifikan. Untuk pengelolaannya saat ini, pihaknya melaksanakan iuran setiap rumah sebesar Rp10 ribu dan menugaskan satu orang warga mengambil dan membuang sampah dari warga ke kontainer yang ada di Desa Mandingin.

Adapun jumlah penduduk di Desa Banua Jingah sekitar 990 kepala keluarga (KK) dengan 4.000 jiwa yang tersebar di 11 Rukun Tetangga (RT). Maka dari itu, sampah rumah tangganya pun terbilang cukup banyak.

“Sudah ada disarankan oleh Dinas Lingkungan Hidup HST mencari lahan untuk mengusulkan TPS3R bersama desa-desa tetangga. Tetapi masih kami upayakan,” tutupnya. (MH/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA