iklan di pojokbanua

Berasal dari Tiga Sumber, Anggaran Stunting Kabupaten Banjar 2024 Capai Ratusan Miliar

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Jun 2024 19:40 0 Wahyu Firdha

POJOKBANUA, MARTAPURA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Banjar menyebutkan bahwa anggaran penanganan stunting pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp139 miliar, yang bersumber dari APBD, DAK, dan Dana Desa.

IMG-20240616-WA0002

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeda Litbang Banjar, Nasrullah Shadiq, kepada awak media, belum lama tadi. Nasrullah menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp118 miliar berasal dari Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar.

“Angkanya berbeda karena sumbernya juga berbeda. BPKPAD mendapatkan angka tersebut dari budget tagging yang dilakukan oleh SOPD saat penginputan di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di awal 2024,” kata Nasrullah.

Sedangkan data dari Bappeda Litbang menunjukkan bahwa seluruh SOPD diwajibkan melakukan penginputan di Aplikasi Aksi Bangda atau Aksi Konvergensi dari Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda). Mencakup 8 aksi integrasi untuk percepatan pencegahan stunting di setiap daerah kabupaten/kota di Indonesia.

“Total anggaran untuk penanganan stunting di beberapa dinas ini mencapai lebih dari Rp139 miliar, tepatnya Rp139.642.418.740,” bebernya.

Anggaran tersebut akan disalurkan ke tujuh instansi, dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapatkan anggaran terbesar, yaitu Rp99.778.083.042.

“Dari total anggaran Dinkes tersebut, sekitar Rp91 miliar di antaranya dialokasikan untuk BPJS dan sisanya untuk penanganan stunting,” ujarnya.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Banjar mendapatkan anggaran sebesar Rp8.924.099.398 miliar, yang sebagian besar berasal dari Dana Desa.

“Kebanyakan anggaran tersebut berasal dari Dana Desa, yang memiliki kewajiban untuk penanganan stunting,” ungkapnya.

Selain Dinkes dan DPMD, Nasrullah menambahkan bahwa instansi lain yang mendapatkan anggaran stunting antara lain Dinsos P3AP2KB Banjar sebesar lebih dari Rp5,8 miliar, Dinas Ketahanan Pangan Rp110 juta, Dinas Pendidikan dan Disbudporapar Rp688,8 juta, serta Dinas PUPRP sebesar Rp24,3 miliar. (WF/FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN

Member JMSI

Network

LAINNYA