iklan di pojokbanua

Belum Ada Bacalon Perseorangan, Apa Dampaknya bagi Perpolitikan di Banjarbaru?

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Mei 2024 20:44 0 Fikri Noor

POJOKBANUA, BANJARBARU – Tahapan pemenuhan syarat dukungan bakal calon (bacalon) wali kota di Pilkada Banjarbaru akan berakhir pada Minggu (12/5/2024) pukul 23/59 Wita.

IMG-20240616-WA0002

Namun, dari nama-nama yang telah beredar, belum ada satupun yang mendeklarasikan diri maju melalui jalur perseorangan. Hal ini diungkapkan pengamat politik Kota Banjarbaru, Muhammad Wahyu NZ, belum lama tadi.

“Untuk saat ini memang belum ada terdengar yang signifikan, siapa yang akan maju perseorangan. Terlebih lagi waktu yang tersisa sedikit,” ujarnya.

Padahal, menurut mantan Komisioner KPU Banjarbaru ini, syarat dukungan minimal yang diperlukan untuk maju di Pilkada Banjarbaru jalur perseorangan hanya 19.061 orang. Wahyu menyebut, mengumpulkan dukungan dengan jumlah tersebut tidak mudah, namun akan berbeda jika dilakukan secara faktual dan tidak memanipulasi.

“Itu sudah jadi basis dukungan yang signifikan. (Angka) 10 persen itu signifikan sekali dan soliditas dijaga, seandainya dukungan pencalonan awal itu benar dan bukan manipulatif,” cetusnya.

Jika tak ada satupun yang menempuh jalur perseorangan di Pilkada Banjarbaru, apa dampak bagi perpolitikan di Banjarbaru? Wahyu menyebut, semua hanya berada di tangan partai politik (parpol). Maka, dinamika di parpol disebutnya akan lebih tenang.

“Kalau ada calon perseorangan (maka) akan lebih dinamis. Tetapi kalau tidak ada, parpol saja yang memutuskan (bacalon wali kota),” imbuhnya.

Wahyu mengingatkan, dinamika di parpol berbeda-beda dengan berbagai variabel yang beragam. Misalnya, parpol bersepakat untuk mencalonkan satu nama, namun keputusan berubah pada keesokan harinya.

Lantas, dengan peran dominan parpol yang memunculkan nama-nama dalam Pilkada, Wahyu mengungkapkan, masyarakat tidak dapat berbuat banyak. Kecuali ada desakan dari masyarakat di mana ada sosok yang didorong dalam kontestasi politik lima tahunan ini

“Kita menerima apa yang disodorkan parpol, tinggal kepekaan parpol (yang) pasti mempertimbangkan kepentingannya sendiri. Misalnya apakah kader atau bukan, maka ada konsekuensi,” tuntas Wahyu. (FN)

Editor: Gusti Fikri Izzudin Noor

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221228-WA0020
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA