iklan di pojokbanua

Bank Kalsel Usahakan Semua Transaksi bisa Pakai QRIS

waktu baca 2 menit
Sabtu, 29 Okt 2022 16:44 0 Nanang Apidae

POJOKBANUA, LOMBOK – Bank Kalsel bakal berusaha program QRIS (aplikasi transaksi) segera diterapkan pada semua transaksi di Kalsel, mulai dari para penjual makanan ataupun minuman hingga retribusi tiket masuk dan ke pasar.

Hal itu disampaikan Direktur Bank Kalsel, Hanawijaya saat media gathring Bank Kalsel, Sabtu (29/10/2022).

“Melihat dari wisata Lombok ini, yang ingin dilakukan Bank Kalsel untuk parawisata di Kalsel yaitu QRIS-nya. Nanti, apabila masuk ke tempat wisata tidak perlu karcis manual tapi menggunakan QRIS yang didukung oleh OJK dan Bank Indonesia,” terangnya.

Menurutnya, jika izin sudah keluar maka semua retribusi wisata maupun pasar dapat menggunakan QRIS. Termasuk, penjual yang berada di pasar terapung.

“Banyak sekali keuntungannya, memudahkan pembayaran dan mengurangi sampah dari kertas-kertas karcis,” jelasnya.

Dia bilang, apabila ada pertandingan sepak bola, bisa juga menggunakan QRIS. Bank Kalsel mendukung kebijakan dari Pemprov Kalsel.

“Sekarang dilakukan pembenahan, yaitu budaya Bank Kalsel dan terus berkembang bersama stake holder. Kami bakal juga memperbaiki bidang IT atau jaringan,” bebernya.

Adapun, Bank Kalsel sudah mempunyai produk bagi pemegang saham Pemerintah Daerah. “Sekarang sudah mempermudah oleh Kemendagri. Apabila ingin izin, cukup melapor. Bank Kalsel juga siap meminjamkan modal kepada pemprov Kalsel sampai 2024,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 9 Kalimantan, Riza Aulia Ibrahimbmenyampaikan, pihaknya mendorong Bank Kalsel dalam segi permodalan meningkat sehingga dapat berjalan dengan baik.

“QRIS ini termasuk segi pembayaran. OJK dan Bank Indonesia mempercepat hal tersebut, dari segi infrastruk OJK yang menilainya dan segi keandalan yang menilai yaitu Bank Indonesia. Kita berikan rekomendasi, semoga QRIS dapat terealisasi dengan baik dan cepat,” harapnya.

Ia menambahkan, sektor utama yang mempengaruhi kredit di Kalimantan yaitu pertanian, pertambangan dan pengolahan. “Sektor pertanian didominasi kelapa sawit, sektor pertambangan meningkat di Kaltim dan Kalsel. Industri pengolahan yaitu minyak goreng,” ujarnya.

Dari tiga sektor kondisi masih membaik sementara ini, karena pengembangan sektor pertanian dan pariwisata menjadi sektor utama meningkatkan perekonomian di Kalsel.

“Ada tiga respons yang harus dilakukan sebagai daya saing agar menguatkan perekonomian UMKM, mendorong jasa keuangan dalam pengembangan pariwisata dan menerbitkan jasa keuangan serta kolaborasi dengan stakeholder,” tutupnya. (NS/KW)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221225-WA0006
1. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221227-WA0005
2. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020

Member JMSI

Network

LAINNYA