iklan di pojokbanua

Bank Kalsel Terus Ambil Langkah Nyata dalam Pencegahan Korupsi dengan Pelatihan Internal

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Des 2023 19:55 0 Andy Arfian

POJOKBANUA, BANJARMASIN – Dalam upayanya yang tak kenal lelah untuk memastikan integritas internal karyawannya dan mencegah tindakan yang dapat merugikan perusahaan dan pemerintah daerah sebagai pemegang saham, Bank Kalsel terus mengambil langkah konkret. Sebagai bagian dari komitmen ini, Bank Kalsel menggelar Pelatihan Internal Pencegahan Korupsi untuk Badan Usaha, yang berlangsung pada Rabu (6/12/2023) di Hotel Rattan In Banjarmasin.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Divisi dan Kepala Cabang dari seluruh Kalimantan Selatan dan Jakarta. Sebagai pembicara utama dalam pelatihan ini adalah Prof. Dr. Haryono Umar, Ak, C.A, M.Sc., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dari tahun 2007 hingga 2011 dan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dari tahun 2012 hingga 2015.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya internalisasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai bahaya korupsi di dalam badan usaha, khususnya Bank Kalsel. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan budaya kepatuhan dan anti-korupsi di setiap tingkatan organisasi.

Fachruddin berharap peserta dapat aktif mengikuti pelatihan ini dan mampu mengimplementasikan serta menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada bawahan secara terstruktur. Ia meyakini hal ini akan menciptakan budaya kerja yang patuh dan anti-korupsi di tingkat terendah, mendorong semua anggota organisasi untuk aktif dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan kerja masing-masing.

Acara dilanjutkan dengan sesi sosialisasi oleh Prof. Dr. Haryono Umar, Ak, C.A, M.Sc., mengenai Pencegahan Korupsi pada Badan Usaha. Dalam konteks menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember, Prof. Haryono Umar menjelaskan pentingnya selalu menghadapi dan mencegah korupsi. Beliau menyoroti pentingnya integritas dalam konteks pekerjaan di sektor perbankan dan cara menilai integritas seseorang.

“Dalam diri kita ada yang namanya kepala, dan dalam kepala, ada otak yang terdiri dari empat bagian. Pertama, otak beta digunakan untuk bekerja, belajar, berdiskusi, dan melaksanakan tugas, atau disebut otak yang sadar. Kemudian ada otak theta, di mana kita bisa terpengaruh oleh lingkungan sekitar, seperti halnya dalam sebuah perusahaan. Ini tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua karyawan, memastikan lingkungan kerja bebas dari korupsi untuk memperkuat integritas, dan memastikan setiap karyawan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kepatuhan dan menjauhi tindakan korupsi,” ungkapnya.

Komitmen Bank Kalsel dalam mencegah korupsi melalui pelatihan internal mencerminkan pendekatan proaktif untuk menjaga integritas dan menumbuhkan budaya kepatuhan di dalam organisasi. Dengan terus mengambil langkah-langkah seperti ini, bank menetapkan contoh bagi lembaga keuangan lainnya untuk memberikan prioritas pada upaya anti-korupsi dan menjunjung tinggi standar etika. (RLS/AY)

Editor: Andy Arfian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

TIPS AMANKAN DATA
2. Infografis sosmed 10 penyakit
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221227-WA0005
1. Infografis sosmed 10 penyakit
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221225-WA0006
IMG-20221229-WA0030

Member JMSI

Network

LAINNYA