Banjir Berulang Awal Tahun 2024, Penggiat Lingkungan Ajak Pemulihan di Meratus

waktu baca 3 menit
Minggu, 7 Jan 2024 16:54 0 202 Muhammad Hidayatullah

POJOKBANUA, BARABAI – Musibah banjir berulang kali kembali dialami Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada awal tahun 2024 ini. Dalam sepekan terakhir saja, sudah dua kali masyarakat HST terdampak banjir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST mengaku, telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan antisipasi, namun masih belum optimal. Ditambah, Kolam Regulasi Pengendali Banjir Sungai Barabai masih belum terlihat fungsinya.

Kondisi itu mendapat perhatian khusus oleh Penggiat Lingkungan HST, Kosim. Ia khawatir, jika kondisinya terus dibiarkan dan tidak ditangani dengan maksimal maka dampaknya akan semakin meluas.

Selama ini, penanganan yang dilakukan Pemkab HST masih terfokus di Kota Barabai dan kawasan hilir saja, sedangkan di daerah hulunya masih belum terlihat.

I WAYAN NURASTA WIBAWA
Ucapan Hari Raya Rosehan
Idul Fitri (1)
dprd ucapan lebaran
SEKWAN LEBARAN

“Untuk di daerah hulu, normalisasi sungai masih belum terlihat. Upaya penanganan lain di daerah atas juga belum nampak. Semestinya penanganan ini berjalanan beriringan antara daerah hilir, kota, dan hulunya,” jelas Kosim, Sabtu (6/1/2024).

Untuk penghijauan, ia tidak memungkiri sudah ada yang berjalan dilakukan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Barito dengan rehabilitasi DAS dan rehabilitasi hutan lahannya (RHL).

Kendati demikian, pembinaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) daerah hulu yang dilakukan oleh daerah dirasanya masih belum nampak. Khususnya di kawasan hulu Pegunungan Meratus Kecamatan Hantakan dan Batang Alai Timur (BAT).

Menurutnya, SDA di Pegunungan Meratus ini banyak dinikmati masyarakat HST secara luas. Namun, timbal baliknya untuk sama-sama menjaga masih minim kesadaran.

“Contohnya saja PDAM (sekarang PT AMML). Airnya itu mengambil bersumber dari Pegunungan Meratus. Sementara timbal baliknya masih belum terlihat dirasakan masyarakat di Meratus,” paparnya.

Terkait adanya Kolam Regulasi Pengendali Banjir Barabai, Kosim masih merasa pesimis dengan keberhasilannya. Mengingat, kawasan sekitar juga masih sering tergenang banjir.

“Wilayah sekitar (kolam regulasi) masih sering tergenang. Harusnya sebelum musim penghujan dikejar penyelesaiannya dan segera difungsikan. Tapi nanti kita liat dulu sampai selesai,” imbuhnya.

Kosim mengajak semua pihak untuk sama-sama melakukan aksi pemulihan di Meratus. Misalnya, menggalakkan penanaman dengan mengajak sekolah, instansi pemerintah, dan masyarakat untuk menghijaukan kembali daerah yang rusak.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) HST sudah menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab HST dalam memitigasi banjir ini. Namun, ia juga mengaku masih belum maksimal.

Pihaknya juga telah melakukan pengerukan di hilir sungai menggunakan ekskavator amfibi. Di sektor hulu juga sudah dipasang sirene peringatan atau early warning system (EWS) dan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat.

“Namun ternyata, embung (kolam regulas) yang ada belum bisa berfungsi optimal dan belum dibuka. Karena kan ini sudah lebih dari satu tahun dikerjakan. Jadi, kita mohon kepada Balai Sungai serta pelaksana agar bisa secepatnya memfungsikan. Karena ini sudah kritis bencananya,” tambahnya.

Lebih dari itu, Sungai Batang Alai dan Sungai Barabai di bagian hilir juga sudah dilakukan pembersihan. Pihaknya berencana melanjutkan pembersihan kanal banjir yang sempat terhenti. Mengingat, kanal banjir yang seharusnya sampai ke ujung sekitar 32 kilometer, sampai saat ini baru 20 kilometer yang dibersihkan.

“Ke depan, kita berharap pembangunan Bendungan Pancur Hanau bisa segera dipercepat oleh pusat. Karena hal itu juga bisa membantu mengurangi bencana banjir di Wilayah Hulu Sungai Tengah,” tuturnya.

Sementara itu, Project Manager PT Adhi-Cipta KSO, Miftah Ardiansyah saat dikonfirmasi terkait perkembangan dan belum difungsikannya kolam regulasi, masih belum ada memberi tanggapan. (MH/KW)

Editor: Yuliandri Kusuma Wardani

Muhammad Hidayatullah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pojok Banua TV

Infografis

2. Infografis sosmed 10 penyakit
1. Infografis sosmed 10 penyakit
TIPS AMANKAN DATA
IMG-20221227-WA0005
PENJUALAN ROKOK BATANGAN
IMG-20221228-WA0020
IMG-20221229-WA0030
IMG-20221225-WA0006

Member JMSI

Network

LAINNYA